Mengenal Penyakit Diabetes Melitus

Setiap tahun, tren jumlah penyandang Penyakit Diabetes Melitus (DM) semakin meningkat. Menurut statistik Badan Dunia Kesehatan (WHO), Indonesia menempati urutan ke 4 terbesar di dunia dalam hal jumlah penyandang Penyakit Diabetes Melitus.

Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing manis merupakan suatu kondisi kronis peningkatan kadar glukosa darah akibat kurangnya hormon insulin atau kurang efektifnya kerja hormon insulin (resistensi insulin).

Mengenal Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan, namun penelitian terakhir menunjukkan bahwa komplikasi diabetes dapat dicegah, ditunda atau diperlambat dengan mengontrol kadar glukosa darah. Kondisi kadar glukosa yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dan disertai dengan peningkatan kadar kolesterol darah akan mempercepat proses penimbunan plak di dalam pembuluh darah (aterosklerosis) yang akan menimbulkan komplikasi kronis pada berbagai organ seperti penyakit jantung koroner, stroke, gangguan penglihatan, gangguan fungsi ginjal, dan sebagainya.

Penyebab Penyakit Diabetes Melitus adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti makan berlebihan, berlemak, kurang aktivitas fisik dan stress yang tinggi. Selain itu penyebab DM antara lain: faktor lingkungan, faktor genetik (keturunan) dan usia.

Gejala penderita Penyakit Diabetes Melitus antara lain:

  • Berat badan menurun terus
  • Sering merasa lapar dan cenderung banyak makan
  • Mudah haus dan banyak minum
  • Mudah lelah dan mengantuk
  • Penglihatan kabur
  • Sering buang air kecil (frekuensi untuk kencing pada malam hari saat tidur menjadi lebih sering dari biasanya)

Dr Pradana Soewondo SpPD-KEMD salah satu pakar diabetes Indonesia memberikan tips untuk usaha pencegahan dan mengontrol  kadar glukosa darah yang tinggi pada penyandang diabetes:

  1. Mengatur pola makan dan meningkatkan konsumsi serat dari sayur dan buah. Rekomendasi: karbohidrat 45-65%, protein 15-20%, lemak 20-25%.
  2. Mempertahankan berat badan tetap ideal dengan cara olah raga teratur minimal selama 30 menit seminggu 5 kali.
  3. Pemeriksaan rutin kadar glukosa darah, kolesterol dan tekanan darah.
  4. Mengkonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter bagi penderita diabetes.

Pemahaman, motivasi dan partisipasi dari penyandang penyakit diabetes sangat penting dalam kesuksesan mengontrol kadar glukosa darah dan mengendalikan penyakit komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes melitus.

 

Mengenal Penyakit Diabetes Melitus – Lentera Kecil


Artikel lain yang perlu dibaca :

Comments
  1. Lyman W. Bass

    Sekali saja seseorang terkena diabetes, maka sepanjang hidupnya akan terus diabetes. Langkah terbaik yang dapat dilakukan ialah melakukan pencegahan diantaranya rutin mengontrol gula darah, mengontrol asupan lemak dan kolesterol tubuh, serta mengukur lebih lanjut lingkar perut. Cara termudah untuk mendeteksi seseorang beresiko terkena diabetes adalah mengukur lingkar perut. Waspadai jika lingkar perut melebihi 80 cm bagi wanita dan 90 cm bagi pria. Karena penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik, penting bagi penderita untuk melakukan skrining keluarga terhadap kemungkinan adanya diabetes.

  2. faktor genetik juga ya? hmmmm

  3. Mertuaku juga kena diabet nih sob… dan nggak mau tarak jadi susah tuh sembuhnya.. ada ide sob..??

ADD YOUR COMMENT