Mengetahui Kepribadian Siswa

kepribadian siswa

Salah satu upaya keberhasilan dalam proses belajar mengajar adalah mengetahui kepribadian siswa.

Seorang guru setidaknya mengenal tentang jenis kepribadian siswa yang nantinya dapat membantu melihat karakter anak didik. Secara garis besar, pengertian kepribadian adalah sifat sesungguhnya yang tercermin pada sikap seseorang atau bagian dari diri manusia yang hakiki dan sangat unik karena memiliki kecenderungan untuk merespon sesuatu. Dengan memahami dan mengetahui kepribadian siswa dapat lebih mengoptimalkan proses belajar mengajar.

Dalam buku “Personality Plus” karya Florence Litteur menngelompokkan empat kepribadian dasar manusia yang akan membentuk karakter seseorang.

1. Melankoli (Yang sempurna). Kepribadian ini mempunyai karakter kecenderungan untuk bersikap rapi, teratur, mempertimbangkan segala sesuatu. Ciri-ciri anak melankoli sekilas dapat dilihat mulai dari buku-bukunya yang terlihat rapi baik tulisan maupun sampul bukunya, berpakaian rapi, terkadang suka mengingatkan teman apabila sesuatu terlihat bukan pada, secara akademis adalah anak yang cerdas dan pandai. Anak melankoli sangat suka “mengontrol” semuanya sendiri. Ciri lain melankoli adalah bicaranya dingin, suka mengatur, tak mau kalah, baku. Berhadapan dengan melankoli seperti diinterogasi karena setiap jawaban selalu ia kejar sampai mendalam. sebab memang ia ingin sempurna, tahu secara lengkap.

2. Koleris (Yang Kuat). Kepribadian yang tegas dan kecenderungan untuk memimpin, suka sekali mengatur atau memerintah, senang dengan tantangan, suka petualangan, kuat, tegas,  tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah. Ciri lain kepribadian ini adalah cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu dan memiliki motivasi yang kuat dari dalam. Biasanya kepribadian koleris tidak banyak teman karena suka mengatur dan tak mau kalah itu.

3. Phlegmatis (Cinta Damai). Kepribadian yang mudah diatur, sangat toleran, cenderung diam, kalem, suka mengalah, tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Dengan sabar mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda.

4. Sanguinis (Yang Poluler). Kepribadian yang cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain, orang yang senang menjadi pusat perhatian. Seorang sanguinis sangat senang sekali bermain dan berkumpul dengan teman-temannya. Senang dengan aktivitas kebersamaan yang menyenangkan. Sisi lain kepribadian ini sedikit agak pelupa, cenderung berpikir pendek, sulit berkonsentrasi dan hidupnya serba tak beratur.

Dari empat kepribadian di atas, masih menurut Florence Litteur, berdasarkan penelitian selama bertahun-tahun melihat bahwa ternyata keempat kepribadian tersebut pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang membedakan hanya kadarnya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi kepribadian, seperti Koleris Melankoli, Sanguinis Phlegmatis bahkan mempunyai kempat kepribadian, tatapi salah satunya sedikit menonjol dari yang lain.

Dalam praktek proses belajar, guru setidaknya mengetahui berapa prosentase kepribadian siswa yang dimiliki dalam kelas, sehingga dapat diperoleh gambaran cara tepat menyampaikan materi ajar.

Pendidikan untuk semua – Lentera Kecil


Tag artikel: ,
Kategori: Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

SEKILAS INFO !
Artikel Terbaru
Komentar Terakhir
Recommend us on Google!

Info



Spam