Menjadi operator dapodik sekolah pada dasarnya dilakukan oleh kepala sekolah mengingat kerahasiaan data PTK dan sekolah. Namun, kepala sekolah dapat menunjuk seorang menjadi operator dapodik dengan pertimbangan tertentu.

Menjadi operator Dapodik (data pokok pendidikan)sekolah memiliki peran dan tugas yang sangat penting karena menyangkut pendataan tingkat sekolah yang bertujuan untuk memperoleh data secara langsung yang cepat, akurat, valid,  lengkap, dapat dipertanggungjawabkan dan termutakhir dan akan digunakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk perencanaan dan evaluasi program pendidikan.

Peng-input-an data oleh seorang operator Dapodik merupakan tumpuan harapan untuk memperoleh bantuan kepada sekolah yang antara lain mencakup program:

  1. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari sumber APBN
  2. Bantuan Operasional Sekolah dari sumber APBD (BOSDA/BOSP)
  3. Rehabilitasi ruang belajar (ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dls)
  4. Dana Alokasi Khusus (DAK)
  5. Ruang Kelas Baru
  6. Subsidi bagi siswa kurang mampu secara ekonomi
  7. Subsidi/tunjangan bagi guru
  8. Dan lain sebagainya

 

Menjadi Operator Dapodik Sekolah

menjadi operator DapodikSesuai namanya, operator Dapodik adalah orang yang bertugas sebagai tenaga untuk memasukkan data ke dalam aplikasi yang tersedia berdasarkan sumber data. Tugas operator hanya peng-input data dan bukan perancang, pengolah data (kecuali operator oleh kepala sekolah). Setelah peng-input-an data, operator melakukan tugas meng-upload ke server kemdiknas sebagai pusat data.

Akan tetapi sistem aplikasi pendataan sekolah yang ternyata masih jauh dari kesempurnaan, menjadi problema bagi operator dapodik. Sosialisasi teknis aplikasi pendataan yang tidak merata menyebabkan beberapa operator kesulitan memasukkan data dengan benar. Koneksi internet yang kadang terganggu, serta server pusat yang terkadang trouble, membuat operator semakin sulit melaksanakan tugasnya.

Saat ini, dapodik yang dilakukan secara online telah digunakan sebagai dasar Tunjangan Profesi Guru dan hasilnya masih banyak PTK yang kecewa dengan tidak terbitnya SKTP (SK Dirjen) untuk mencairkan tunjangan sertifikasi guru. Dengan tidak terbitnya SKTP, operator Dapodik dituding sebagai biang keladi. Benarkah demikian? Jawabannya bisa YA atau TIDAK.

Kesalahan utama yang disebabkan oleh operator dapodik sekolah adalah tidak meng-update data terbaru, sedangkan sistem membaca data terbaru. Kesalahan lain adalah pengisian data yang salah. Operator adalah manusia yang tidak lepas dari kesalahan, seperti penulisan nama, tanggal lahir, NUPTK, dan identitas lain yang salah.

Terkadang, ada juga seorang operator dapodik yang bekerja dengan setengah hati, entah keterpaksaan atau “ongkos” tenaga yang tidak sesuai, akhirnya melakukan entry data terkesan asal-asalan, tidak tahu benar atau salah. Celakanya, kepala sekolah atau PTK lain tidak perduli atau mengecek ulang.

Jika operator telah bekerja dengan baik dan meng-input data sesuai dengan data yang ada, namun data Dapodik pusat tidak sesuai, bisa disebabkan oleh sistem itu sendiri. Mengingat aplikasi data sekolah menggunakan sistem online, dukungan server yang tidak stabil dapat menggagalkan proses upload data, artinya data yang dikirim tidak diterima secara utuh. Hal ini bisa menimbulkan ketidak singkronnya  antara data yang diupoad dengan versi cetaknya. Dan ini dapat dijadikan senjata oleh PTK untuk menyalahkan operator dapodik sekolah.

Selain itu, kesadaran  pentingnya dapodik masih dianggap remeh oleh PTK. Hal ini dibuktikan dengan pengisian data yang kurang sempurna dan terkesan seadanya. Meski beberapa kali operator dapodik sekolah agar meng-update data atau jika ada perubahan tentang identitas PTK dan sekolah, tindaklanjutnya sangat lambat. Jika sudah begini, apakah operator disalahkan?

Menjadi operator dapodik sekolah, gampang-gampang susah. Cukup berbekal dapat mengoperasikan komputer, tinggal memasukkan data yang telah dibuat oleh PTK ke dalam aplikasi pendataan kemudian kirim ke server pusat. Susahnya, jika ada kesalahan operator yang jadi sasaran, entah apa sebabnya. Padahal, jika dapodik online terus diberlakukan, makin berat tugas dan tanggung jawab operator.

Baca juga: Pengalaman menjadi operator sekolah