Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PPRB) adalah sebuah proses pembelajaran bersama yang bersifat interaktif di tengah masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada. Cakupan pendidikan pengurangan risiko bencana lebih luas daripada pendidikan formal di sekolah dan universitas. Termasuk di dalamnya adalah pengakuan dan penggunaan kearifan tradisional dan pengetahuan lokal bagi perlindungan terhadap bencana alam.

Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana merupakan cita-cita membangun dan mengembangkan komunitas tangguh bencana dapat diterima sebagai produk pendidikan yang melahirkan kesadartahuan dan perilaku yang
ditunjang oleh proses pelembagaan dalam sistem yang lebih luas untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan (safety) dan ketangguhan (resillience).

Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

Latar Belakang Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PPRB)

Latar belakang PPRB adalah untuk menggalakkan dimasukkannya pengetahuan pengurangan risiko bencana dalam bagian yang relevan dalam kurikulum sekolah di semua tingkat dan menggunakan jalur formal dan informal lainnya untuk menjangkau pemuda dan anak-anak. Menggalakkan integrasi pengurangan risiko bencana sebagai suatu elemen intrinsik Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan dari PBB.

  • Tingkat kesiagaan komunitas sekolah lebih rendah dibanding masyarakat serta aparat (LIPI)
  • Sekolah tetap terpercaya sebagai wahana efektif untuk membangun budaya bangsa termasuk membangun kesiagaan bencana warga negara pada usia anak, pendidik dan tenaga kependidikan dan para pemangku kepentingan lainnya termasuk masyarakat luas.
  • Kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana juga merupakan bagian dari Upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB) pada Kerangka AksiHyogo 2005 – 2015 yang menjadi landasan PRB internasional.

Pendidikan Siaga Bencana

Pendidikan Siaga Bencana merupakan bentuk pendidikan pengurangan resiko bencana yang diterapkan di Sekolah Siaga Bencana (SSB), yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kecakapan hidup dalam mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

Tujuan Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

  1. Menumbuhkembangkan nilai dan sikap kemanusiaan
  2. Menumbuhkembangkan sikap dan kepedulian terhadap risiko bencana
  3. Mengembangkan pemahaman tentang risiko bencana, pemahaman tentang kerentanan sosial, pemahaman tentang kerentanan fisik, serta kerentanan prilaku dan motivasi,
  4. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk pencegahan dan pengurangan risiko bencana, pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang bertanggungjawab, dan adaptasi terhadap risiko bencana
  5. Mengembangkan upaya untuk pengurangan risiko bencana diatas, baik secara individu maupun kolektif
  6. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siaga bencana
  7. Meningkatkan kemampuan tanggap darurat bencana
  8. Mengembangkan kesiapan untuk mendukung pembangunan kembali komunitas saat bencana terjadi dan
    mengurangi dampak yang disebabkan karena terjadinya bencana
  9. Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan besar dan mendadak.

Strategi PRB Dalam Pendidikan Formal

Strategi Integrasi Pengurangan Risiko Bencana Integrasi (PRB) dalam KTSP (Pendidikan formal)

  • Mengintegrasikan materi PRB kedalam bahan belajar
  • Mengintegrasikan materi PRB kedalam mata pelajaran pokok dan muatan lokal
  • Mengintegrasikan materi PRB ke dalam program pengembangan diri
  • Menyelenggarakan mata pelajaran Pendidikan PRB

 

Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana – Lentera Kecil

ADD YOUR COMMENT