Penilaian Dengan Tes Perbuatan atau Tindakan

Penilaian dengan tes perbuatan atau tindakan adalah tes yang disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaan tugasnya dinyatakan dengan perbuatan atau tindakan penampilan. Penilaian tes perbuatan dilakukan sejak peserta didik melakukan persiapan, melaksanakan tugas, sampai dengan hasil akhir yang dicapainya.

Untuk menilai tes perbuatan pada umumnya diperlukan sebuah format pengamatan, yang bentuknya dibuat sedemikian rupa sehingga tutor dapat menuliskan angka-angka yang diperolehnya pada tempat yang sudah disediakan. Bentuk formatnya dapat disesuaikan menurut keperluan serta pelaksanaan dapat menggunakan prosedur pre test atau post test.

Penilaian Dengan Tes Perbuatan atau Tindakan

Tujuan Tes Perbuatan atau Tindakan

Tes perbuatan atau tindakan dimaksudkan untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam tes perbuatan, persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Pada intinya ada dua unsur yang bisa disajikan bahan penilaian dalam tes perbuatan, yaitu proses dan produk. Pengukuran proses merujuk kepada pengukuran keterampilan dari kemahiran siswa melakukan suatu kegiatan, sedangkan pengukuran produk merujuk kepada segi kualitas hasil. 

Tes tindakan memiliki beberapa keunggulan yaitu sebagai berikut:

  1. Cocok digunakan untuk mengukur aspek perilaku psikomotor. Salah satu wujud perubahan hasil belajar adalah berupa keterampilan melakukan suatu kegiatan. Aspek keterampilan ini tidak bisa diungkap dengan tes tertulis, dan hanya cocok diungkap dengan tes tindakan.
  2. Dapat digunakan untuk mengecek kesesuaian untuk mengecek kesesuaian antar pengetahuan, teori, dan keterampilan mempraktekkannya. Penggunaan tes tertulis dan lisan hanya terbatas kepada pengungkapan pengetahuan teoritis. Dengan menggunakan tindakan, guru akan mengetahui sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan-pengetahuan teoritisnya dalam kegiatan nyata, sehingga informasi untuk penilaian menjadi lebih lengkap.
  3. Tidak ada kesempatan untuk menyontek. Dalam tes perbuatan, penguji bisa mengamati langsung bagaimana seseorang yang diuji memeragakan sesuatu kegiatan. Di samping itu, keterampilan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan akan sangat tergantung atas kemampuan dirinya, maksudnya tidak bisa meniru begitu saja.

Untuk tes perbuatan atau tindakan yang sifatnya individual, sebaiknya menggunakan format pengamatan individual sedangkan jika pelaksanaannya untuk kelompok sebaiknya menggunakan format tertentu yang sudah disesuaikan untuk keperluan pengamatan kelompok.

 

Penilaian Tes Perbuatan atau Tindakan – Lentera Kecil


Artikel lain yang perlu dibaca :

ADD YOUR COMMENT