Sejarah Penggunaan Nama Indonesia

Sebelum abad 20, nama Indonesia tidak ada. Tidak seorang pun tahu untuk nama kawasan kepulauan yang ada di wilayah Asia (tenggara) ini. Robert Edward Elson seorang profesor sejarah Asia Tenggara pada School of History, Philosophy, Religion and Classics, University Queensland, Brisbane, Australia membuat buku yang berjudul The Idea of Indonesia yang berisi sebuah riwayat lengkap tentang Indonesia termasuk asal-usul penggunaan nama Indonesia.

Buku ini merentang perjalanan sejarah Indonesia ( kawasan kepulauan) sejak awal, tentang orang-orangnya, pemikiran yang mengisi dan memaknainya, dan pergulatannya. Elson melakukan riset yang telaten disertai wawancara sejumlah tokoh untuk mengetahui apa nama untuk kepulauan yang banyak dihuni oleh orang berkulit sawo matang dari ras Polinesia itu?

Sejarah Penggunaan Nama Indonesia

 

Sejarah Nama Indonesia

Sejarah penggunaan asal usul nama indonesia secara singkat terjadi pada saat sejumlah intelektual dari Eropa datang dan mempelajari khazanah tentang sosial, budaya, ekonomi, politik, keragaman flora dan fauna, agama hingga antropologi di kepulauan ini. Dari sinilah awal mula kata Indonesia mulai muncul.

Sebelum nama Indonesia digunakan, orang luar terutama bangsa Eropa mengenal kepulauan ini dengan beberapa nama sebutan, antara lain, “Indian Archipelago” (Kepulauan Hindia), “The Eastern Seas” (Lautan Timur) dan “The Eastern Islands” (Kepulauan Timur)”.

Negara Belanda menamakan gugusan pulau-pulau yang tersebar ini sebagai “Hindia”, “Hindia Timur” atau Insulinde yang berarti “Pulau-pulau Hindia”. Seiring perkembangan politik Belanda saat menguasai nusantara semakin menguat, nama kepulauan ini dikenal dengan “Hindia (Timur) Belanda” dan sebagian memandangnya sebagai “Tropisch Nederland” atau “Kawasan Tropis Belanda”.

George Samuel Windsor Earl, seorang pengelana dari Inggris pada 1850 menyebut nama kepulauan ini dengan “Indu-nesians”. Namun, ia merasa nama ini terlalu umum untuk pendekatan etnografis. Dan kemudian istilah yang dia anggap paling khusus adalah “Malayunesians”.

Namun, James Richardson Logan kolega George Samuel Windsor Earl, lebih memilih menggunakan kata “Indonesian”. Ia merasa kata itu lebih tepat dan benar untuk menjelaskan istilah geografis, bukan etnografis. sehingga dalam tulisan-tulisannya, ia selalu menulis kata “Indonesia”, “Indonesians”. Bahkan ia membagi “Indonesia” menjadi empat kawasan geografis terpisah, membentang dari Sumatera sampai Formosa di Taiwan. Akhirnya, sedikit demi sedikit kata “Indonesia” dipakai para antropolog dan linguis dari Inggris, Jerman, Prancis maupun Belanda.

Penggunaan nama Indonesia yang paling jelas adalah pada sebuah majalah ilmiah tahunan bernama Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia atau JIAEA yang diterbitkan pada tahun 1850 di Singapura. Majalah JIAEA dikelola oleh James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl. Logan dan Earl  adalah tokoh terhormat di Penang. Keduanya meninggal dan dimakamkan di Penang, Malaysia.

Adolf Bastian, Etnograf terkenal dari Jerman, kemudian melambungkan penggunaan nama “Indonesia” di kalangan akademisi Eropa. Ia menggunakan kata itu dalam kumpulan tulisannya sebanyak lima jilid Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel yang terbit pada 1884—1894. Penggunaan nama “Indonesia” merujuk kepada pengertian budaya dan bukan dalam pengertian politis.

Referensi:

  • Cambridge University Press, The Idea of Indonesia: A History,  2008
  • Ahmad Yunus, Meraba Indonesia, Jakarta, Serambi Ilmu Semesta, 2011

 

Asal-usul penggunaan nama Indonesia – Lentera Kecil


Artikel lain yang perlu dibaca :

ADD YOUR COMMENT