Sejarah Transfusi Darah

Sejarah transfusi darah pertama tercatat dilakukan di abad ke-17 oleh seorang dokter bernama Jean Baptiste Denis. Ia mencoba melakukan transfusi darah domba ke tubuh manusia. Tentu saja usahanya mengalami kegagalan. Namun, setidaknya ia telah berusaha mencari cara menyelamatkan nyawa pasiennya. Dan upaya ini membuka wacana serta cakrawala baru dunia kedokteran, bahwa jika dilakukan dengan benar, hal ini bisa menyelamatkan nyawa.

Terapi penyembuhan menggunakan transfusi darah mulai sukses dilakukan setelah Karl Lansteiner dan dua rekan penelitinya menemukan sistem penggolongan darah ABO pada awal tahun 1900-an. Sejak saat itu transfusi darah yang aman dari satu manusia kepada manusia lainnya menjadi hal yang mungkin dilakukan, dengan risiko merugikan yang bisa diminimalkan.

Sejarah Transfusi Darah
Sejarah medis mencatat, transfusi darah pertama yang berlangsung dengan sukses dan aman terjadi pada tahun 1907, dilakukan oleh Dr. Reuben Ottenberg (1882-1959) dari Rumah Sakit Mount Sinai, New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1913, seorang dokter bedah di rumah sakit yang sama, Dr. Richard Lewisohn menemukan bahwa dengan menambahkan sitrat ke dalam darah, bisa mencegah penggumpalan yang biasanya terjadi jika darah disimpan beberapa lama.

Penemuan ini menjadi dasar untuk pengantar bagi teknik modern pentransfusian darah dan sekaligus menjadi awal bagi terbentuknya bank darah modern. Berkat penemuan metode Lewisohn, maka darah dari pendonor darah bisa disimpan selama dua hingga tiga minggu di lemari pendingin sebelum digunakan.

Transfusi darah terhadap manusia yang menggunakan Metode Lewisohn’s pertama kalinya dilakukan oleh Dr. Howard Lilienthal (1860-1946). Perang Dunia I menjadi momentum berharga bagi dunia kemanusiaan, karena transfusi dengan menggunakan darah yang kompatibel (sesuai dengan golongannya) untuk pertama kalinya dilakukan dalam skala yang sangat besar dan berhasil menyelamatkan banyak nyawa dari para prajurit yang terluka.

Sejak saat itu operasi-operasi besar seperti operasi jantung, paru-paru, dan sistem pernafasan yang di masa-masa sebelumnya mustahil untuk dilakukan (karena risiko kehilangan darahnya sangat besar) sekarang menjadi lebih mudah untuk dilaksanakan, asal tersedia donor darah untuk mengganti darah yang hilang.
Sejarah Transfusi Darah – Lentera Kecil

ADD YOUR COMMENT