Inspirasi

Pelestarian Pusaka Rakyat Indonesia

Pelestarian Pusaka Rakyat Indonesia mengacu pada perubahan paradigma UNESCO 2004 yang menyadarkan setiap bangsa bahwa pusaka (heritage) yang dimilikinya tidak hanya semata-mata pusaka dari raja atau masa kejayaan pemerintah tertentu seperti candi, keraton, dan lain-lain. Saat ini terjadi pergeseran bahwa pusaka rakyat (folk heritage) juga adalah bagian penting dari pusaka (heritage) secara keseluruhan.

Kita akui pelestarian pusaka rakyat Indonesia termasuk pemahaman dan penghargaan terhadap kekayaan pusaka seringkali diabaikan oleh banyak orang. Hanya sedikit masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk mengenal, memahami, menghargai serta melestarikan pusaka rakyat Indonesia yang mempunyai nilai tinggi ini. Masyarakat harus melibatkan diri secara aktif untuk melakukan pelestarian pusaka rakyat Indonesia, mulailah pemahaman tentang pusaka di lingkungan sekitarnya.

Pusaka Rakyat Indonesia

Pusaka Rakyat Indonesia

Pusaka Rakyat Indonesia meliputi :

  • Pusaka alam adalah bentukan alam yang istimewa.
  • Pusaka budaya adalah hasil cipta, rasa, karsa dan karya yang istimewa dari lebih 500 suku bangsa di Indonesia, secara sendiri-sendiri, sebagai kesatuan bangsa Indonesia, dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjang sejarah keberadaannya. Pusaka budaya mencakup pusaka berwujud dan pusaka tidak berwujud.
  • Pusaka Saujana adalah gabungan pusaka alam dan pusaka budaya dalam kesatuan ruang dan waktu.(Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia, 2003)

Pusaka rakyat (folk heritage) merupakan elemen kehidupan keseharian yang seringkali luput dari pemahaman bahwa kesemuanya ini adalah pusaka, seperti rumah tradisional dengan keunikan arsitektur, cerita rakyat, kesenian rakyat bahkan termasuk makanan tradisional. Pengakuan akan pusaka rakyat Indonesia membawa pengaruh positif bagi masyarakat untuk mengenal pusaka sebagai bagian dari kehidupan kesehariannya. Pusaka rakyat sebagai sesuatu yang harus dijaga dan harus bisa menyentuhnya secara langsung.

Dengan demikian, rasa memiliki yang kuat dari masyarakat merupakan faktor penting yang dibutuhkan dalam menjaga kelestarian pusaka rakyat Indonesia itu sendiri. Pengembangan pusaka rakyat tentunya menuntut  keharmonisasian dengan pembangunan masa kini yang dijalani oleh masyarakat dalam kehidupannya sekarang. Untuk mengintegrasikannya serta meminimalkan dikotomi diantara keduanya maka diperlukan adanya pengenalan yang mendalam tentang pusaka apa saja yang dimiliki oleh masyarakat, bagaimana kondisinya, fungsi apa yang bisa dikembangkan dari potensinya, dan aspek-aspek pengenalan lebih lanjut lainnya.

Pelestarian Pusaka Rakyat Indonesia

Pelestarian adalah upaya pengelolaan pusaka melalui kegiatan penelitian, perencanaan, perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan, pengawasan, dan/atau pengembangan secara selektif untuk menjaga kesinambungan, keserasian, dan daya dukungnya dalam menjawab dinamika jaman untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih berkualitas.

Bangsa Indonesia sering diresahkan oleh  berita klaim budaya bangsa Indonesia oleh bangsa asing, maka berbagai upaya pendataan dilakukan baik oleh pemerintah maupun organisasi pelestarian lainnya.

Pendataan pusaka rakyat Indonesia secara resmi seharusnya dilakukan oleh pemerintah pusat lewat  Direktorat Sejarah dan Purbakala. Namun pendataan benda-benda cagar budaya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan segala keterbatasan masih banyak sekali Benda Cagar Budaya yang belum masuk dalam daftar resmi.

Pendataan kekayaan pusaka Indonesia tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit serta sumber daya manusia yang memadai. Tidak ada kata terlambat dalam proses pendataan. Berbagai upaya yang dilakukan oleh kelompok di luar pemerintah patut dihargai dan tentunya dapat dipakai untuk melengkapi data terbaru yang belum ada.

Pusaka rakyat Indonesia yang diterima dari generasi-generasi sebelumnya sangat penting sebagai landasan dan modal awal bagi pembangunan masyarakat Indonesia di masa depan, karena itu harus dilestarikan untuk diteruskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan baik, tidak berkurang nilainya, bahkan perlu ditingkatkan untuk membentuk pusaka masa datang. Tentunya peran masyarakat sendiri penting untuk Pelestarian Pusaka Rakyat Indonesia.

 

Pelestarian Pusaka Rakyat Indonesia

Loading...
loading...

Lentera kecil media online sarana pembelajaran pendidikan yang informatif, inspiratif dan edukatif

One Comment

  • NAC eye drops

    Tahun 1416, Ma Huan, seorang tangan kanan Laksamana Cheng Ho menyebutkan dalam catatannya bahwa masyarakat Majapahit senantiasa mengenakan keris yang diselipkan pada ikat pinggang. Ma Huan kagum terhadap keris tersebut karena ditempa dengan baik dan diukir dengan indah. Hal ini juga menunjukan saat itu, para pandai besi di Indonesia memiliki kemampuan alat budaya yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *