daftar iklan mgid

Gambaran Umum Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan multi metode yang fokus, melibatkan interpretasi, pendekatan alamiah pada materi subjek. Ini berarti bahwa penelitian kualitatif studi segala sesuatu dalam setting alamiah mereka, berusaha mengerti dan menginterpretasi, fenomena dalam pengertian sesuai arti masyarakatnya.

Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif menekankan realitas alami konstruksi social, hubungan kedekatan antar peneliti dan yang diteliti dan suasana situasional yang menajamkan penelitian. Pencarian jawaban pertanyaan penelitian yang menekankan bagaimana pengalaman social dibentuk dan memberikan arti.

Penelitian kualitatif melibatkan studi menggunakan dan mengkoleksi variasi materi-materi empiris, studi kasus, pengalaman personal, introspektif, life histori, interview, observasi, sejarah, interaksional, dan teks visual yang mengambarkan rutinitas dan problem waktu dan arti hidup individual.

Perkembangan Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif memiliki tradisi yang cukup lama khususnya dalam penelitian antropologi, tokoh-tokoh peneliti model ini:  Boas, Mead, Benedict, Bateson, Evan Pritcard, Radclif Brown, dan Malinowski dimana meneliti di setting yang asing untuk studi adat-istiadat, kebiasaan masyarakat lain dan  Budaya.

Lentera kecil:  Pengertian Metode Simulasi

Pada 1920 an metode ini juga dikembangkan oleh kelompok  “Chicago School” dengan penelitian life histori. Kelompok Chicago School menggunakan kisah hidup dan pendekatan etnografi untuk mengembangkan metode interpretasi yang berpusat pada sejarah hidup (life history) yang diceritakan; metode ini sering disebut sebagai metode life history.

Lima phase perkembangan keilmuwan kualitatif, yaitu: Tradisional (1900 – 1950); Modern (1950 – 1970), Aliran Blurred (1970-1986); Krisis Representasi (1986-1990) dan Postmodern tahun 1990 hingga sekarang.

Instrumen Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif sebagai seorang yang profesional mampu melakukan dan mengambil data yang pada prinsipnya sebagai peneliti tunggal dalam segala aspeknya, walaupun di lapangan dapat dibantu oleh tim atau kelompoknya.

Denzin dan Yvonna menyebut sebagai A bricoleur (a kind of professional do it yourself person). Lexy Moleong menyebut manusia sebagai instrumen, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.

Namun sebaiknya jangan lalu disimpulkan manusia sebagai instrumen, tetapi lebih baik dinyatakan bahwa  manusia  sebagai pemikir utama pemecahan masalah, memilih metode yang tepat untuk permasalahannya, mengumpulkan data, mengolah dan menyimpulkan selaras dengan setting penelitiannya.

Lentera kecil:  Penilaian dengan Prosedur Pre Test dan Post Test

Instrumen dalam penelitian kualitatif dapat berubah sesuai dengan setting penelitian, bukan merupakan alat pengukuran yang baku yang diprediksi sebelumnya seperti halnya dalam paradigm positivistic.

Berbagai paradigma digunakan dalam strategi dan metode penelitian kualitatif, dari konstruktivisme hingga kajian budaya, feminism, marxisme dan model-model studi etnik. Penelitian kualitatif digunakan dari berbagai disiplin tidak hanya satu disiplin keilmuwan. Penelitian kualitatif menggunakan semiotic, narrative, isi (content), wacana (discourse), arsip, analisa phonemic, bahkan statistic.

Selain itu menggunakan pendekatan, metode dan teknik teknik etnometodologi, phenomenology, hermeneutic, feminism, rhizomatik, dekonstruksionisme, etnografi, interview, psikoanalisa, kajian budaya, survey, observasi partisipasi dan yang lain.

Selain model-model penelitian yang dapat dikategorikan sebagai penelitian kualitatif seperti yang telah disebutkan masih dapat ditambahkan di tulisan ini yaitu penelitian dengan model paradigm strukturalisme, poststrukturalisme, strukturasi, dekonstruksi dan penelitian-penelitian semiotic dalam masyarakat hiper realis, Yasraf Amir Piliang  menyebut sebagai hipersemiotika, semiotika kedustaan. Paradigma penelitian ini juga dikembangkan menjadi penelitian action research (penelitian) tindakan dalam kelompok social tertentu.

Lentera kecil:  Faktor Yang Mempengaruhi Proses Belajar

Daftar Pustaka:

  • Denzin, Norman K., Yvonna S.L. 1994. Handbook of Qualitatif Research. California: SAGE Publications, Inc.
  • Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: C.V. Pustaka Setia.
  • Foucault, Michel. (1973). The Archaeology of Knowledge. London: Tavistock Publications.
  • Guba, Egon G. dan Yvona S.Lincoln.  1994 ”Competing Paradigms in Qualitative Research” dalam Norman K.Denzin dan Yvanna S. Lincoln:  Handbook of  Qualitative Research. California: SAGE Publication.
  • Jorgensen, Marianne W. dan Louise J.P. (2007). Analisis Wacana Teori & Metode. Terjemahan: Imam Suyitno, Lilik S. dan Suwarna. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Moleong, Lexy  J. 1994. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: P.T.Remaja Rosdakarya.

 

Metode Penelitian Kualitatif       


Lentera Kecil

Media online sarana pembelajaran pendidikan dan pengetahuan informatif, inspiratif dan edukatif

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *