Tunjangan Profesi Guru Berdasarkan Dapodik

Tunjangan profesi guru saat ini berdasarkan Dapodik (Data pokok pendidikan) yang merupakan proyek pendataan informasi pendidikan tentang sekolah, guru, dan siswa oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

TPG Dapodik

Namun, pendataan pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang diharapkan jadi basis data yang aktual secara nasional dalam pembuatan kebijakan pendidikan, masih banyak dikeluhkan oleh sebagian guru. Masih banyak guru yang belum terdata secara lengkap sehingga tunjangan profesi guru tidak dapat dicairkan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk memperoleh Tunjangan Profesi Guru akan dikeluarkan surat keputusan (SK) pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) yang berdasarkan Dapodik. Apabila data tidak akurat, TPG tidak dapat diterima oleh Guru bersertifikat maupun penerima tunjangan fungsional bagi guru PNS yang belum disertifikasi.

Situs Kompas.com edisi Selasa, 2 April 2013 menurunkan berita Pendataan pendidikan secara online lewat data pokok pendidikan dikeluhkan banyak guru. Sejumlah daerah mengeluhkan upload data yang sulit. Selain itu, pilihan pengisian pendataan secara online tidak sesuai dengan kondisi guru. Padahal Dapodik sebagai pegangan pemerintah untuk membayar TPG guru bersertifikat.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Magetan, Jawa Timur, Thoyib Rantiono mengatakan bahwa ada 1.112 guru bersertifikat yang datanya tidak bisa diproses di server pusat Dapodik. Para guru tersebut terancam tidak bisa mendapat surat keputusan pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) karena tidak terdata di Dapodik.

Sedangkan di Madiun, baru puluhan guru yang datanya bisa diproses di Dapodik. Para guru kebingungan karena pilihan isian data tidak sesuai dengan kondisi mereka.

Pengurus PGRI Kota Tegal, Jawa Tengah, Sihono, juga mengatakan bahwa banyak guru yang datanya tidak bisa diproses di Dapodik. Para guru yang jadi sulit menerima tunjangan seperti tunjangan fungsional karena datanya belum ada di Dapodik. Permasalahan lain  Dapodik juga dikeluhkan oleh pengawas sekolah.

 

Dapodik (Data pokok pendidikan) 

Dapodik (Data pokok pendidikan) yang di-upload oleh operator sekolah lewat aplikasi pendataan pendidikan telah diberlakukan di jenjang pendidikan dasar (setingkat SD dan SMP) dan belum diterapkan untuk jenjang pendidikan menengah. Meski masih banyak permasalahan, namun Dapodik sebagai pegangan pemerintah untuk membayar TPG guru bersertifikat dan tunjangan fungsional bagi guru PNS yang belum bersertifikasi.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo mengatakan, “Kami mendukung Dapodik. Namun, selama sistem ini belum kuat, perlu ada kebijakan supaya data manual dulu yang digunakan. Kasihan, para guru dirugikan karena sistem yang belum selaras dengan kondisi riil para guru di lapangan.” Akibatnya, guru yang sertifikatnya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan tidak masuk dalam Dapodik.

Di Dapodik guru harus melaporkan pemenuhan kewajiban mengajar minimal 24 jam. Namun, di lapangan kesulitan untuk pengaturan jam mengajar terutama untuk sekolah yang memiliki guru lebih. Oleh karena itu, beberapa guru mengajar dua mata pelajaran berbeda atau lebih dari satu sekolah supaya bisa memenuhi ketentuan tersebut, akan tetapi tidak bisa mengunggah data mereka. Akibatnya, data para guru tersebut tidak dapat diproses di Dapodik.

“Guru-guru resah karena proses pendataan secara online tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Masih banyak guru yang tidak bisa terdata yang akan merugikan guru. Jika pendataan secara online di Dapodik belum beres, pemerintah jangan memaksa pakai data itu untuk pembayaran TPG guru. Kasihan, para guru dirugikan. Semestinya, data manual juga tetap bisa dipakai,” kata Thoyib Rantiono, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Magetan, Jawa Timur, yang dihubungi Kompas, Selasa (2/4/2013).

 


Tag artikel: , ,
Kategori: Pendidikan
72 komentar » Tunjangan Profesi Guru Berdasarkan Dapodik
  1. daniel mengatakan:

    bagaimana menjaadi anggota baru lentera mau cek sk tunjangan profesi guru

  2. saya seorang Guru SD, dengan pangkat terakhir IV / B, pensiun per 1 September 2014. saya lulus sergur 2008. NIP 131 179 070 / 19540819 198304 2 002. NUPTK 4151732633300003. pada tahun 2014 saya telah menerima tunjangan sertifikasi Triwulan I, Jan-Feb-Mart juga sudah menerima untuk Triwulan II, Aprl-Mei-Juni. untuk triwulan III, seharusnya saya menerima untuk bln, Juli-Agustus. Tetapi sampai saat ini saya belum menerima, saya mengecek melalui ATM, tapi saldonya masih tetap.Apakah hak saya Tunjangan sertifikasi untuk bln. Juli dan Agustus akan menerima ? terima kasih !

  3. jumadi mengatakan:

    saya guru kelas merangkap sebagai ops kasian anak2 terbengkalai tapi apamau dikata pemerintah hanya berdiam diri tanpa ambil tindakan olehnya itu pemerintah jangan cari mutu pendidikan klu giniterus kasian guru selain mengajar 24 jam +operator belum sertifikasi sementara nonsertifikasi tak kunjung juga cair ada apa sebenarnya di indonesia ini

  4. Sulfrida Harahap mengatakan:

    TOLONG UANG SERTIFIKASI ITU DI CAIRKAN BUKAN DI HANGUSKAN

  5. ABD.HAKIM mengatakan:

    walaupun sk dirjen serifikasi guru 2013 sudah diterima oleh masing-masing guru, harapan hampa uang tak kunjung cair, kenapa diterbutkan kalau data-data pada dapodik kurang lengkap? kami kebingungan : operator provinsi tanpa bisa memberi solusi, operator kabupaten hanya geleng kepala, nelpon operator pusat tak pernah diangkat, mau nemui operator pusat (ke jakarta) dana di kantong tak cukup
    Apa yang kurang lengkap? Gimana caranya mengganti nomor rekening bank yang sudah tertera di sk dirjen? sedangkan nomor rekening bank tsb sdh di blokir akibat hilang? apalagi ada teman hanya namanya salah satu huruf, sedang no.rekening banknya masih aktip tapi uang tak ada di rekening.
    Mohon jawaban solusinya mas….

  6. Laisi mengatakan:

    Mhn pihak yg berkompoten menelusuri aturan yg dilakukan didaerah kami Kab Muna apakah gaji pokok yg diperhitungkan untuk TPG memang rata seluruh guru diambil dari gaji pokok sebelum kenaikan gaji 7%?

  7. Dwi Puji Astuti mengatakan:

    Saya hanya ingin bertanya kenapa saya sdh mempunyai SK Inpassing Th. 2011 , tp pada pencairan sertifikasitgl. 11 April 2013 yl. masih sama dengan yang blm punya SK Inpassing? sedangkan teman2 yang lain yg sdh Inpassing memperoleh sesuai dg tingkat gol.nya , Bgm pemecahan selanjutnya agar saya juga demikian? Terima Kasih.

  8. niken dewi k mengatakan:

    jangan dibuat pusing dong dengan pencairan uang sertifikasi,kesannya pemerintah ngak iklas mensejahterakan guru,kami mengakui dengan ada uang sertifikasi bs membantu kondisi keuangan km ,apalagi yg anak2nya yg sdh pada kuliah.kami mohon sekali jgn kumpul2 data terus apalagi,kasihan km yang dipedalaman pak,kalau bapak kurang percaya dengan kerja kita,langsung aja turun kelapangan pa,insyaallah km guru2 melaksanakan tugas dengan baik.

  9. Alif mengatakan:

    Kasihan pak saya sbg guru cm gara gara 2 jam didata kurang, tunjangan profesi saya tidak dikeluarkan, yg lain pd keluar yg belum jelas kerjanya di lapangan, 24 jam cm kurang 2 jam di data itupun karna salah data, ga ad tenggang rasa pemerintah

  10. zakir mengatakan:

    teman2 kitaa harus salut sama PGRI Riau, yang menjamin anggotanya Tusernya dibayarkan sejak bulan april lalu bukan data dapodik yang menjadi patokan, melainkan jam kerja 24 dan sertifikat.

  11. subowo mengatakan:

    Bapak Menteri mungkikah guru yang telah lanjut usia dan mengabdi puluhan tahun mendapatkanpelakuan khusus dalampenerimaan tpp,kalau tidak ,dimanakah leak keadilan antara pengabdian dan kinerja serta masa kerja? aku kaula alit

  12. san-san mengatakan:

    pak menteri….kalo memberinya gak ikhlas….gak usah cari2 masalah agar tpp gak bisa cair

  13. Heni_Makkas mengatakan:

    masih bangga jadi guru…..
    bekerja bukan krn tunjangan…
    tapi…….
    Bekerja Ikhlas demi Mendapat pahala disisi ALLAH SWT

  14. semoga saja dengan dana pokok pendidikan itu lebih mensejahterakan kehidupan pahlawan yang dikenal tanpa tanda jasa tersebut

  15. wagimin mengatakan:

    Sertifikasi merupakan respon pemerintah terhadap pendidik untuk meningkatkan kesejahteraannya . Akan tetapi disisi lain para guru yang sudah bersertifikasi masih banyak yang belum mau untuk meningkatkan kinerjanya . Terbukti dibeberapa skolah masih ada dijumpai Kegiatan Belajar Mengajar yang belum efektif .

  16. wagimin mengatakan:

    Dengan telah tersertifikasinya guru – guru kita diharapkan mutu pendidikan semakin meningkat , namun kenyataan di lapangan guru yang bersertifikasi masih banyak yang belum bekerja secara optimal sesuai dengan tuntutan .
    Hal ini perlu adanya kajian yang mendalam untuk pembinaan lebih lanjut agar guru bersertifikasi memiliki kemampuan dan integritas terhadap tugas pokok dan fungsinya .

  17. Frankz mengatakan:

    Yang paling aneh, katanya data dapodik hanya bisa di rubah melalui aplikasi dapodik oleh operator masing2 sekolah. tapi yang saya alami berbeda…
    Saya kaget ketika melihat di register pengiriman data pada http://pendataan.dikdas.kemdiknas.go.id dimana disana ada upload data dari pihak tidak bertanggung jawab, ada seorang guru yang sudah tidak aktif lagi mengajar tetapi namanya masuk. saya merasa tidak pernah mengupload data itu… pertanyaannya siapa yang mengupload dan dari mana mengaploadnya….

    Kalau memang orang itu menginstal ulang sudah pasti butuh kode registrasi, dan pasti password berubah pada aplikasi dapodik… tetapi yang saya alami password tetap… pertama saya curiga ada yang menggunakan akses di PC saya tanpa permisi, tetapi setelah saya sterill ruangan saya, tetap saja data itu masuk…

    Bagaimana ini, sebenarnya siapa saja yang bisa merubah data dapodik….. !! kalo memang orang dalam, bagaimana nasib operator apabila di tuduh manipulasi data… !!

  18. umarbakri mengatakan:

    kapan nasib guru bisa baik bila tunjungan

  19. amelia mengatakan:

    kemana sy harus mengadu??dinas kota menyerahkan ke operator sekolah,operator sekolah sudah memasukkan dan mengirimkan datanya tp kt dinas kota belum valid valid….balik lagi ke dinas kota,sy mendapat jawaban yang sama…..harus bagaimana lagi….??sulitnya mendapat hak sy….

  20. ibu kiki mengatakan:

    sungguh melelahkan,lari kesana kemari hanya untuk mengharapkan dapodik valid…….padahal ud sertifikasi kok hak sy dipersulit…..tolonglah…masa hanya karena dapodik yang menggunakan sistem online SK saya tidak bisa keluar….mau dibawa kemana lagi guru2 indonesia kalau menggunakan cara seperti ini??apakah ini namanya MENSEJAHTERAKAN GURU???

  21. shofighter mengatakan:

    jadi guru kalo udah kaya aja. pengen kaya dengan jadi guru ya susah juga ya

  22. firstyono mengatakan:

    ibarat berjalan kaki mendaki gunung yang terjal yang penuh duri demi mencapai DAPODIK yang valid,sungguh melelahkan,kenyataan setelah sampai di puncak gunung itu hujan tidak kunjung turun ,lelah dan cape adanya..,

  23. hamsir mengatakan:

    PAK KEPALA SEKOLAH, SAYA MINTA IJIN UNTUK CARI JAM DI SEKOLAH LAIN, KARENA JAM MENGAJAR SAYA HANYA 11 KELAS KALI 2 JAM = 22 JAM

    KARENA KURANG 2 JAM SEHINGGA BELUM SESUAI JJM

  24. Paijo S.Pd mengatakan:

    dapodik sih panganan ap???????? enak opo ora??

  25. bagas mengatakan:

    saya yakin gara2 dapodik anak didik jd korbanya..knapa…? karena guru sibuk ngurusi data yg blum vlid kesana kemari cari info….blm lg Skolah yg kesulitan sinyal…wah kalo program ini gk segera disempurnakan saya setuju dihilangkan saja…lg pula data dapodik masih bisa dikibulin banyak yg tdk sesuai dilapangan….

  26. muhammad choiruddin mengatakan:

    tolong saya diberitahu pasword SIM PTK, banyak data guru yang harus saya benahi………… matur sembah nuwun

  27. jamin mengatakan:

    guru jadi korban ,akibatnya guru jadi apatis, siswa jadi korban,kasihan semuanya ( ? )

  28. jamin mengatakan:

    akibat tidak jelasnya pembayaran dan tidak jelasnya nasib guru-guru didapodik maka akibatnya banyak guru yang sudah tersertifikasi ini menjadi patah semangat untuk mengajar dan akhirnya siswa menjadi korban . mohon perhatian pemerintah pusat dari carut marut pembayaran sertifikasi ini .

  29. Dewi mengatakan:

    Pak Menteri Pendidikan yang terhormat, kalau guru selalu jadi korban pak kapan kita bisa seperti singapore, apakah bapak jug ikut-ikutan tidak iklas guru dapat hidup dengan layak pak ?, kami hanya bisa berharap hidup layak , dan mampu menyekolahkan anak-anak kami, padahal guru sudah punya sertifiat pendidik syarat utama untuk mendpatka tunjangan sertifikasi, terus mengapa hars dipesulit lagi ya pak ? Menurut PP 74 thun 2008 “beban kerja yangpaling sedikit 24 jam bukan jam Tatap muka ” apa bapak coba plesetkan sendiri arinya agar semua guru kelimpungan, dan tidak konsentrasi mengajar,atau mungkin mogok mengajarar, terus negara tetangga tertawa melihat kita semua, kenapa bapak tidak membuat kebijakan agar semua guru bisa fokus mendidik anak didiknya, dan kita bisa sejajar dengan singapura dan amerika atau bapak sudah dibayar mereka untun membuat kerusuhan intelektual agar indonesia tidak pern ak maju maju ? yang mana yang bapak lakukan sekarang ?

  30. atost mengatakan:

    Dengan diberlakukanya aplikasi dapodik sekolah yg berdampak pada TFG dsb, ada guru honorer yg tadinya berdasarkan data manual mendapat TFG kali ini belum menikmatinya atau sebaliknya. alasanya karena infut data dapodiknya blm palid.

  31. Elyan mengatakan:

    Kepanapa disekolah kami ada kawan datanya sudah valid dan di data dapodik tertulis keterangan PTK yang bersangkutan memenuhi sarat untuk menerima tunjangan frofesi, tetapi sk nya belum keluar sedang ada guru yang tidak valid sknya keluar (aduh nasib mu guru)

  32. supendi mengatakan:

    asslmalaikm. bagaimana sih nasib saya yang pemenuhan jam mengajar beda jenjang ko nggak bisa!, saya 10 jam di smp dan 16 jam di smk. nah yang dismk ga bisa masuk kedalam dapodik, gemana ya solusinya?……trus nasib sertfikasi saya bagaimana

  33. eko purnomo mengatakan:

    Saatnya wahai para guru anda sekarang bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa, saatnya anda beraksi karena anda sudah profesional. Bikin kejutan (boikot) Harpenas, kalau perlu mogok ngajar nasional seminggu masak kalah dengan karyawan pabrik. Udah ngajar lebih dari 24 jam/ equifalen walaupun bukan pada mata pelajaran yang bukan profesinya dan disitu tidak ada gurunya. kalau kita ngotot nyakin nggak ada yang mau mengajar. dan dihimbau para PNS hanya mengajar sesuai sertifikat profesinya. biarkan muatan lokal tidak ada yang mengajar.

  34. Ruben Hina Mbiliyora mengatakan:

    pak kenapa NUPTK guru2 yg baru pengusulan blum dapat

  35. ngakan mengatakan:

    mencari data di dapodik sungguh ribet, seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, bisagak dipermudah?

  36. ngakan mengatakan:

    sangat setuju

  37. yudi mengatakan:

    Saya sendiri sudah keluar SK… tetapi punya rasa solidaritas yang tinggi terhadap rekan-rekan yang belum keluar SKnya…. Kemdikbud harus lebih bijaksana… kalau TPG berdasarkan Dapodik… informasikan dong dari awal jangan mendadak seperti ini….. jangan-jangan ini hanya trik untuk menahan lebih lama TPG lumayan kan ada bunganya….!!! Kepada rekan-rekan guru sekarang bukan jamannya lagi kita diam kalau nasib kita dipermainkan…..!!!

  38. yudi mengatakan:

    Beginilah jadinya kalau banyak aturan yang tidak jelas hasilnyapun tidak jelas…
    Lagi-lagi guru uanh dirugikan…
    Asal tau saja tunjangan sertifikasi ini kami gunakan untuk biaya anak sekolah dan kuliah bukan untuk bermewah-mewah….. PGRI harus lebih keras menyuarakan keluhan guru agar guru tenang dalam mengajar dan tidak disibukkan dengan data
    Dapodik……!!!!

  39. Bento khan mengatakan:

    Saya setuju dengan pak Mulyadi

  40. cahaya terang mengatakan:

    wahai saudaraku yang punya tugas mulia…..kamipun juga dah mondar-mandir di dua skolah… mapel linier…tapi kenyataan data juga nggak valid…. guru slalu dibuat bingung…dengan kebijakan-kebijakan ini…. berpasrah diri pada Alloh SWT…….Kita ikhlas memberi ilmu pada anak-anak , tetapi apabila dibuat demikian,apa boleh buat… Alloh akan menunjukkan jalanNya yang terbaik… Amin….

    • Rudiana mengatakan:

      Betul juga mas, kita mau ngotok tapi kalo bukan rejekinya malah jadi emosi, kita berdoa aja pada Alloh agar rezeki kita lancar, halal dan berkah…………

  41. abi arif mengatakan:

    saya kecewa karena sk dirjen tidak terbit lantaran jam mengajar tidak linier. meskipun saya mengajar mapel yang tidak sesuai dengan ijazah pendidikan terakhir, tapi bukan berarti bahwa saya tidak kompeten dibidang tsb. nyatanya saya lulusan PLPG bahkan nilai UKG tidak seburuk guru mapel lain yang linier antara ijazah dengan setifikasi pendidik dan mapel yang diampunya. kalau pemberian tunjangan hanya didasarkan pada linier tidak linier tanpa mempertimbangkan faktor lainnya maka yang terjadi adalah ketidakadilan. seharusnya kondisi riil dilapangan turut menjadi pertimbangan untuk memberikan atau tidak memberikan tunjangan kepada seorang guru. jika hal ini tidak diperbaiki maka tentu akan berpengaruh pada kinerja guru.
    selayaknya faktor ketidak linieran dihapus sebab guru sertifikasi menguasai materi ajar dan mengajar dengan baik meskipun berlatar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan sertifikasi guru yang diperolehnya. Bukankah bapak menteri M. Nuh pernah bilang (berkaitan dengan Tugas guru TIK dikurikulum 2013) bahwa “para guru kan bisa mengajar mapel lainnya yang dikuasai”.
    Mohon kiranya pejabat terkait mempertimbangkan kembali syarat untuk memperoleh tunjangan pendidik. sesuaikan dengan kondisi lapangan.

    • Rudiana mengatakan:

      Betul mas, kita ngajar tidak sesuai ijasah bukan berarti kerja kita kurang bagus, karena yg nugaskan kita juga Kepsek yg tahu kemampuan kita…… mohon pemerintah jangan masalahkan ini, karena pemerintah juga yang telah membuka jalan seperti ini….. kita adalah sarjana pendidikan, lulus PLPG yang artinya tidak ada alasan meragukan kemampuan kita…..

  42. ETTy Sugiarti mengatakan:

    Dengan menggunakan DAPODIK jelas bukan kesalahan guru yang kurang informasi,justru yang dari kementerian melihat dilapangan apakah jaringan-jaringan internet sudah bisa di akses ke desa-desa/di kota -kota yang terpencil justru harus ada penelitian yang akurat,sebaiknya perlu di pertimbangkan kasihan guru-guru yang selalu banyak dirugikan,mohon di pertimbangkan lagi?sebaiknya saya setuju menggunakan manual. lebih baik

    • Rudiana mengatakan:

      Data online sebaiknya hanya untuk melengkapi saja dan tidak mempengaruhi tunjangan, yang jadi acuan pokok tetap yang manual….. data manual lebih akurat, ada stempel dan tanda tangan yg berwenang.

  43. wahono mengatakan:

    Sabar…wahai teman seprofesi…jangan mudah marah dan bingung …masalah teknis dapodik yg belum beres…dan pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan lain pasti ada solusinya…jangan mudah berprasangka buruk…belum tentu kita lebih baik dari yg kita sangka buruk…jangan kehilangan kearifan dan kecerdasan hati sebagai guru…

    • Rudiana mengatakan:

      kita doakan aja supaya cepat lancar, tapi kalo masih ada kendala….. pemerintah harus arif bijaksana, kan kita punya data manual sebagai acuan…. tunjangan tetap lancar seperti tahun kemaren.

  44. yudi mengatakan:

    Cuma satu kata untuk Mendikbud…. MUNDUR…. semenjak Pak M Nuh menjabat Mendikbud banyak kebijakan yang membingungkan dan membabi buta…. buta keadaan di daerah… Logikanya guru yang sudah memegang sertifikat pendidik mendapatkan hakny.a jangan dipersulit… kami sudah muak dengan kinerja Kemdikbud…. jangan salahkan guru kalau terjadi DEMO besar-besaran akibat tunjangan yang menjafi hak kami tidak cair diakibstkan data dapodik… kalau harus guru sendiri yang harus mengisi dapodik.. lalu apa tugas UPT dan Dinas Pendidikan…
    Sungguh mengkwatirkan pendidikan fi Indonesia….
    !!!!

    • Susiani mengatakan:

      Apa tolok ukur seorang guru berhak dapat 24 jam karena yang saya tahu sistem coboy kalau suka dengan guru A ya dikasihlah 24 jam kalau gak suka ya gak dapt. yang membuat saya heran kenapa yang lulus UKG tambah terseok-seok alias sulit mendapat tunjangan gara-gara jam mengajar tidak linier sedangkan yg tidak lulus UKG karena dapat jam banyak justru sangat mudah untuk mendapat jam mengajar banyak. Subyektifikas penguasa pengatur jam mengajar disekolah sangat tinggi bagai sang eksekutor. Mana keadilan, mau dibawa kemana pendidikan kita ini kalo yang berkualitas justru tersisihkan. Mohon ditinjau kembali agar tidak terjadi ketidakailan

  45. iin normawati mengatakan:

    Kenapa kami yang memang benar-benar sudah melaksanakan tugas sesuai dengan jumlah jam mengajar harus dikecewakan…?sementara yang mengajar hanya dengan bukti SK yang dibuat tanpa mengajar malah keluar SKnya?

  46. qam kasbil mengatakan:

    sy setuju dengan ketua PGRI Sulistiyo pake manual dulu, karna sistemnya belum kuat.. ngecek dapodik aja susah…

  47. Edy Kusperiyadi mengatakan:

    Pada kenyataanya Data DAPODIK juga kurang akurat,ada yang jam mengajarnya Kosong ( 0 ) ternyata juga bisa cair.

  48. Marsihi Supratman mengatakan:

    Saya sangat setuju dengan pendapat saudara Mulyadi , memang benar kenyataannya……….

  49. Anang Suriannor mengatakan:

    data dapodik punya saya dinyatak valid,…tapi SK Dirjen nya ngga ikut keluar sementara yg lain udah terbit,…..jadi was was ,…

  50. Anang Suriannor, S.Pd mengatakan:

    bagaimana merubah gaji pokok yg tidak sesuai

  51. mulyadi mengatakan:

    sebaiknya pembayaran Tunjangan sertifikasi yg didasarkan pd dapodik tdk di lakukan dulu krn menurut hemat saya 1.pada dapodik guru dituntut jmlh jam mengajar 24 ini tdk sesuai UU 14 th 2005 ttg guru & dosen disana yg dituntut 24 _ 40 jan adlh beban kerja ( sangat beda beban kerja dg jam mengajar )
    2. pada PP 74 th 2008 ttg Guru psl 15 juga yg dituntut adlh memenuhi beban kerja
    3. Permendiknas 30 th 2011 juga masalah pemenuhan beban kerja
    4.saat pemerintah blm sepenuhnya memenuhi standart ketenagaan pd masing – masing sekolah shg ada guru yg terpaksa ngajar mapel lain ( ini kalau tdk diakui lantas siapa yg akan mengajar mapel itu ?

  52. Widiharto mengatakan:

    Seharusnya pemerintah realistis terhadap data yang di dkirimkan oleh operator dapodik didaerah-daerah.
    tidak semua daerah di INDONESIA sama dengan DAERAH IBUKOTA NEGARA/PROPINSI/KOTA/KABUPATEN,
    para guru didaerah yang minim(terpencil) dituntut sama dengan guru didaerah IBUKOTA NEGARA/PROPINSI/KOTA/KABUPATEN.

    Walaupun kami didaerah yang terpencil kewajiban kami lebih besar dibandingkan dengan guru-guru ditempat yang maju……

    meskipun kelas kami kecil tanggung jawab lebih besar didaerah terpencil dengan gaji yang sangat kecil.

    berbeda dengan guru-guru ditempat yang saya sebutkan tadi KELAS BESAR tanggung jawab Kecil (karena sudah pada maju pola pikire) dengan gaji+tunjangan yang besar…

    mohon dikaji kembali.

  53. muhammad ikbal saimar mengatakan:

    DAPODIK secara online banyak merugikan guru-guru yg tinggal di daerah terpencil terutama yg tinggal di daerah kepulauan dan pegunungan yg tidak memiliki akses jaringan internet yg memadai kasihan mereka harus menempuh perjalanan kekota berpuluh-puluh kilometer hanya untuk mengirim data secara online yg belum tentu datanya sudah benar,pemerintah terlalu tergesa-gesa memakai sistem online,sekarang msh banyak operator yg tidak tahu cara pengisian dapodik terutama pengisian rombel PTK guru dan jumlah mengajar guru,apalagi sekarang penerima tunjangan sertifikasi guru harus berpatokan pada dapodik yg dikirim oleh operator,bagaimana seandainya data yg dikirim oleh operator tdk valid atau tidak sesuai dengan keadaan guru tersebut apakah dari jumlah jam yg kurang atau data pangkat golongan yg salah yg berimbas dari kurang/atau bertambahx gaji pokok guru tersebut,atau tidak terpenuhinya jumlah jam mengajar yg 24 jam shngga guru tersebut tdk menerima tunjangan sertifikasiny,maunya pemerintah memantapkan para operator dapodik dalam hal pengisian data yg benar,krn kalau cuma 1 kali pelatihan tidak mungkin operator langsung bisa mengetahui pengisian secara baik dan benar.

    • Lentera kecil mengatakan:

      Benar sekali, pak. Saya diminta tolong sebagai operator Dapodik salah SD tanpa pelatihan. Meski susah payah mengisi dapodik, dari 8 PTK ada 3 yang tidak keluar SK Dirjen. Saya gak ngerti dimana kesalahannya.

  54. ekamaharani mengatakan:

    Saya salah satu guru yg merasa dirugikan karena jam saya sebagai wakil kepala sekolah tidak dpt dihitung,dan blm valid datanya

  55. prayoga mengatakan:

    bagaimana negara ini akan maju jika setiap ganti presiden sudah pasti menteri,begitu pula dengan KURIKULUM yg diterapkan di negara ini. Hanya karena mementingkan UANG, karena setiap ganti kurikulum pasti ada uangnya. Dunia pendidikan selalu dijadikan EKSPERIMEN, kami yg jadi guru serba salah,karena kurikulum yg lama saja blm terlaksanan dengan benar, tau-tau sdh ganti kurikulum lg yg baru. INGATLAH wahai para pejabat pemimpin negeri ini ALLOH tdk tidur, siap-siap kau mempertanggung jawabkan apa yg tlh kau perbuat

  56. prayoga mengatakan:

    km para guru sdh kuliah slm 4-5 thn lalu mengikuti PLPG setelah mndpt sertifikat sertifikasi km hrs mengikuti UKG….jd percm km mengikuti PLPG slm 9 hr,dan sertifikat sertifikasi ga ada arti krn km sdh meninggalkan pekerjaan,anak,istri klo msh hrs mengikuti UKG. Maunya apa sih negara ini kpd km. berbeda dengan negara JEPANG yg bgtu menghargai seorang GURU.
    tahun 45 negara kt merdeka, di tahun yg sama jepang di BOM atom oleh lawannya…..tp perbedaan negara kt dengan jepang adalah di jepang pd thn 45 stlah di bom,kaisar nya bertanya pd ajudannya ” Berapa orang GURU yg tersisa/msh hidup. Ironisnya dinegara kt pd thun 45 stlah merdeka presiden bertanya Berapa orang JENDRAL yg hidup…..Sungguh tiada arti kami sbg GURU di negara km yg tercinta ini.

  57. sujadi mengatakan:

    aku bingung mengapa pemerintah terlalu memaksakan data dapodik untuk pembayaran tunjangan guru, sementara datanya masih carut marut. Pakailah sistem manual dahulu sambil memperbaiki sistem online. Mudahkan urusan orang, maka Allah akan mudahkan urusan negeri ini.

  58. Bang Sodiq mengatakan:

    Dapodik bentuk pendataan yg memanfaatkan kemajuan TI bagus selama efek aman dan konsistensinya terjamin, namun dlm peralihan jangan dulu dikaitkan urusan pencairan kesejahteraan khususnya guru,kasihan para pengukir tunas bangsa ini atas segala perjuangan dan masalah2nya. Hal ini karena pendataan butuh proses yg biasa tdk bisa cepat baru kalau udah fix benar.Selamat menerapkan Dapodik moga bermanfaat dan makin maju.

  59. Togar Samosir mengatakan:

    Kasihan guru itu ya karena persoalan ini bukan kesalahan guru secara keseluruhan, ini warisan kesalahan masa lalu yang korup, dimulai dr merekrutnya yang tdk sesuai dengan keadaan, mutasi sehingga cenderung guru berkumpul dikota,sekarang guru jadi korban akibat perlakuan para birokrasi yang sangat korupsi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

SEKILAS INFO !
Artikel Terbaru
Recommend us on Google!
Sekilas Info

Info



Spam