Kurikulum Pendidikan Nasional 2013

Kurikulum Kemdiknas 2013Kurikulum Pendidikan Nasional 2013 merupakan revisi kurikulum 2006 yang akan lebih mengarah ke pembangunan karakter. Kurikulum baru ini akan diberlakukan untuk tahun ajaran 2013-2014 mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai kepada jenjang pendidikan tinggi.

Pelajaran  siswa pada kurikulum baru 2013 nantinya akan lebih ditekankan pada konten. Proses pembelajaran nanti bersifat lebih tematik dan ke depan akan lebih banyak dipelajari siswa di tingkat SD. Pendidikan karakter akan lebih banyak di SD, semakin naik pelajaran pendidikan karakter berkurang dan diganti dengan pelajaran keilmuan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai pendidikan Indonesia sudah sangat membosankan. Untuk itu, sudah saatnya mengevaluasi dan mengubah kurikulum pendidikan nasional. Evaluasi, dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan empat standar pendidikan, yaitu standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi.

Dalam pembahasan kurikulum pendidikan nasional 2013, Kemendikbud akan melibatkan tokoh-tokoh Nasional seperti  Rektor Universitas Paramadina, Anies Basweda, Gunawan Muhammad,  tokoh agama, tokoh sastra serta yang lainnya. Perubahan kurikulum ini merupakan program besar dari Kemendikbud yang  sudah dibahas sejak tahun 2010.

Kurikulum Pendidikan Nasional 2013

Perubahan kurikulum baru 2013 ini harus dibarengi peningkatan kualitas pendidik. Kurikulum penting tapi guru lebih penting. Jikalau guru tidak maksimal, hasilnya juga tidak akan maksimal. Guru dituntut tidak hanya menjadi pengajar di kelas tapi juga inspirator bagi siswanya. Guru sebagai inspirator ini akan menjadi lompatan penting dunia pendidikan. Dengan bahan-bahan pelatihan yang ada diharapkan guru sebagai inspirator akan muncul. Guru sebagai inspirator, bisa menerobos ruang waktu dan kurikulum bertahun-tahun.

Kurikulum pendidikan nasional tidak akan pernah sempurna. Pasalnya, perkembangan pendidikan harus menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Kurikulum baru 2013, jumlah mata pelajaran akan berkurang dan pola pengajarannya akan semakin mudah.  Intinya, bagaimana menciptakan kurikulum pendidikan yang tidak membosankan dan membebani murid dan pengajar.


Tag artikel: , ,
Kategori: Pendidikan
63 komentar » Kurikulum Pendidikan Nasional 2013
  1. Akhmad suhel mengatakan:

    I do agree with this change. Any how the fate of ICT, Java Language teacher must be consideralble. Bravo for religious teacher

  2. ady mengatakan:

    Knp pemerintah galau membuat kurikulum….
    Jika pemerintah galau jgn harap guru n murid akn berhasil Proses Belajar Mengajar….?

  3. Abdullah Sami'an mengatakan:

    Kurikulum 2013 insya Allah akan akan berhasil dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, jika peran pengawas sekolah benar-benar diwujudkan dan ditingkatkan. Sebab masih ada beberapa daerah kabupaten/kota belum memberdayakan pengawas secara optimal.Jika supervisi akademik maupun manajerial benar-benar dilakukan secara optimal mutu pendidikan insya Allah akan meningkat dan terjaga kelangsunganya. Peraturan MENPANREBI no.21 tahun 2010 telah mengatur tentang kedudukan, tugas pokok, kewajiban tanggungjawab dan wewenang pengawas sekolah semoga dapat direlasasikan dengan benar.

  4. Abdullah Sami'an mengatakan:

    Kurikulu 2013 akan diperoleh hasil yang baik, sesuai dengan harapan, jika peran pengawas sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan ditingkatkan. Masih ada beberapa daerah belum memberdayakan pengawas sekolah secara optimal. Sebab jika kita perhatikan Tugas pokok pengawas sekolah dalam supervisi baik akademik maupun manajerial dilakukuan secara optimal insya Allah pendidikan akan meningkat mutunya dan terjaga kelangsungannya.

  5. afifah mengatakan:

    Perubahan Kurikulum memang di perlukan, seiring peningkatan kebutuhan di masyarakat. Kebutuhan dalam hal pengembangan kepribadian yang mengantarkan peserta didik memiliki kepribadian yang kuat dan pengembangan potensi peserta didik yang maksimal sangat dibutuhkan. Tetapi lagi-lagi peran Bimbingan Konseling masih kabur dalam draft Kurikulum 2013. Profesionalitas guru BK merasa kurang mendapat perhatian, sementara Perguruan Tinggi mencetak sarjana BK terus menerus, akankah begini terus?

  6. adeek fajriyah mengatakan:

    menurut sy GURU yg harus sering diberi pelatihan agar menjadi GURU yg bener2 mendidik, tidak ada murid bodoh adanya GURU yg tidak tw cara mengajar yg bener….. selain diberi pelatihan juga sering diadakan supervisi ketika mengajar.

  7. iam mengatakan:

    realisasikan yang terbaik untuk bangsa!!!! jangan hanya berkicau,,,,,pendidik yang profesional dan berkompeten kemungkinan besar bisa menjadi inspirasi para anak-anak didik untuk berkembang,,,,,,,,tidak dg mengand@LKAN KURIKULUM yang baru di5na sebagian sekolah blm bisa merealisasikanya,,,,tingkatkanlah kualitas kompetensi guru terlebih dahulu demi generasi bangsa sehingga anak2 mpy sumber insformasi yang mendidik dan patut diteladani!!!!!!!

  8. anang mengatakan:

    kurikulum perlu perubahan biar kompetensi kelulusan lebih berkarakter

  9. Mukhtar Pua mengatakan:

    PERUBAHAN KURIKULUM PENDIDIKAN SAAT SANGAT DIBUTUHKAN, KURIKULUM 2013 MUNGKIN SOLUSINYA, PAENDD KARAKTER HARUS DIUTAMAKAN, PENDD TIDAK HANYA KOGNITIF YANG PALING PENTING MORAL DAN TINGKAH LAKU ,BIAR BANGSA INDONESIA KEDEPAN LEBIH BERMORAL DAN BERKARAKTER…

  10. Paren Rumahorbo mengatakan:

    Tentang Karakter Peserta Didik , saya ingin bertanya :
    Apakah anak didik itu kurang mendapat nasehat?
    Atau nasehatnya sudah memadai , tetapi pengawasannya yang kurang dari Orang Tua / Guru?!!!
    Apakah mungkin dengan merubah kurikulum , anak Indonesia semakin baik?!! Bisa jadi perubahan kurikulum itu salah satu faktor.
    Namun menurut pandangan unsur Pendidik , dalam hal mendidik anak , sedikit banyaknya harus ada unsur “paksaan” dengan harapan si anak akan terbiasa , untuk selanjutnya si anak akan berbuat baik dengan kesadarannya sendiri. Yah ….. seperti negara ini yang
    memang memerlukan Institusi seperti KPK untuk menyadarkan orangtua??!!!
    Bangsa ini sepertinya masih terjajah , bila mandor (atasan) tidak ada , pekerjanya / Pegawai akan berbuat sesuka hati.
    Demikian juga anak bangsa ini , tanpa ada rasa takut berbuat salah , maka si anak akan berbuat lagi…. , karena si anak memiliki sifat ingin bebas dari segala aturan yang ada.
    Sesungguhnya anak bangsa ini yang memiliki “moral baik” jauh lebih banyak dibandingkan anak yang “bermoral buruk” , tetapi pengaruh yang buruk itu sangatlah besar , karena pengawasan dari orang tua /Guru?? sangat minim.
    Ada anak yang layak mendapat penghargaan , tetapi jangankan penghargaan , perhatian pun kurang hingga si anak merasa bahwa berbuat baik itu sama sekali tak berguna????

  11. Samuri Ongge mengatakan:

    Perubahan kurikulum perlu sesuai perubahan jaman IT, tetapi perlu bersabar, karena KTSP yang ada sekarang belum semua daerah memahaminya.
    Janganlah pendidikan dijadikan “kelinci percobaan”

  12. Burung Hantu mengatakan:

    Selamat datang masa masa pembodohan, semakin bodoh bangsa ini semakin mudah di cekoki agama, semakin ngarab deh…

  13. Kancrit mengatakan:

    Gombal kabeh, Mas….

    • Lentera kecil mengatakan:

      Matur Numun, masih ada yang peduli pendidikan…

    • ewo carwa mengatakan:

      ya setuju kang,aturan,program,kurikulum,walaupun sebagus apapun ga akan berjalan kalau sarana dan prasarana nol,dan maju mundur suatu lembaga tergantung pimpinan,maju mundur siswa tergantung gurunya,bagaimana bisa melaksanakan kurikulum kalau faktor pendukungnya ga ada,oke?

  14. Kancrit mengatakan:

    1. Perubahan adalah kekekalan
    Betapa indah dunia ini bila terjadi perubahan2…
    karena perubahan itu adalah sifat kodrati manusia.. krn
    manusia dibekali akal fikir dan hati nurani…

    2. Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum…
    sehingga…. dengan perubahan terjadi …
    – UUD 1945 di amandemen
    – Munculnya UU baru menyusul terjadi perubahan2 sistem
    akibatnya salah satunya adalah perubahan kurikulum
    …. LUAR BIASA !!!!….. Perubahan yg diharapkan adalah pengaruh kepada anak didik/anak bangsa yang masih bau kencur….. perlu saya tanya dulu… ini akibat dari apa?
    - Negara yang berdasar atas hukum?
    - Perubahan dahsyat di bidan pendidikan agar Indonesia
    menjadi negara maju?
    - Perubahan suhu politik?
    - Perubahan nasib hidup kalangan elit
    - Perubahan nama baik… ingin wah !!!
    PERCUMA !!!!!
    kalau sistem pendidikan masih dipengaruhi suhu politik yang hanya ingin mempertahankan kekuasaan, mempertahankan kenyamanan hidup, mempertahankan ketenaran … anak bangsa jadi korban…
    PARAH… PARAH… PARAH….
    Marilah saudara2, kembalilah pada kemurnian hati, supaya kebijakan yang keluar itu didasarkan hati nurani yang luhur..
    kita mengharap anak bangsa berkarakter Bangsa Indonesia
    berkarakater Pancasila, MANA MUNGKIN…!!!
    yang membuat kebijakan saja nggak berkarakter, kok mau berkarakter, paham aja nggak… kok paham… ngerti aja nggak… kok ngerti… hafal aja nggak….

  15. LA ODE ALFA mengatakan:

    Kurikulum 2006(KTSP) sudah baik tetapi banyak guru dan kepsek yg tidak mampu mengimplementasikannya. Semoga dgn Kurikulum 2013 para guru dan kepala sekolah lebih mudah melaksanakannya. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia kurikulum tidak akan menjadi faktor utama, walaupun sebaik apapun kurikulum sangat ditentukan oleh : (1)kompetensi kepala sekolah, guru, dan tendik lain (2)sarana dan prasarana pendidikan, (3) pembiayaan, (4)sikap dan perilaku pemerintah daerah. Hal yg penting untuk mengharapkan terlaksananya kurikulum secara optimal adalah : pertama terpenuhinya standar PTK, strandar sarana & prasarana, standar pembiayaan, dan standar pengelolaan; kedua sikap dan perilaku para pejabat pemerintah daerah dalam menerapkan perundang-undangan dan peratuaran secara konkrit, konsisten dan konsekwen; ketiga para oknum/elit politik tidak ikut terlibat dalam menetapkan kebijakan teknis dan operasional pendidikan di daerah kabupaten/kota.

  16. amin tohari mengatakan:

    TAMBAH JAM PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
    DARI 2 JAM MENJADI 4 JAM

  17. amin tohari mengatakan:

    semua pendapat telah saya baca dengan seksama,
    maka saya berpendapat bahwa yang paling penting adalah AKHLAQ MULIA, maka yang harus menjadi prioritas adalah pendidikan budi pekerti. semaju apapun suatu bangsa tetapi jika tidak di landasi AKHLAQ MULIA maka tunggu saja kehancuranya.
    kesimpulan:
    mohon ditambah jam PENDIDIKAN AGAMA semula hanya 2 jam menjadi 4 jam
    Thank’s
    (Amin Tohari : SMP kusuma bangsa/SDN Baron 3 Nganjuk)

  18. MURWATI mengatakan:

    apa pun kurikulumx, kompetensi dan akhlak pengajarxlah yang terpenting,,

  19. kangkus mengatakan:

    PKn mestinya diUNkan, biar respons dan image siswa terhadap mapel menjadi lebih positif.

    • wakdablek mengatakan:

      Ruhut Sitompul itu mantan ketua P4 … , tuh yang mau dicontoh??? wakakakaakkkk…alamak..pening!! Pening!!

  20. agus manegesdjitu mengatakan:

    PPKn membuat saya lebih baik d lingkungan hidup saya menjadikan saya lebih semangat hidup mengejar cita cita..
    membuat saya menyingkir dari perbuatan perbutan yang di larang agama
    TERNYATA 5 sila itu benar benar dasyat isinya apabila di kaji dengan cukup patokan sila itu ternyata dapat membuka hati dan tabir dapat mengantarkan ke suatu kecahaya bukan cahaya di luar angkasa atau cahaya buatan manusia,

    yappp saya mendukung perubahan ini…………………….

  21. kasmin mengatakan:

    kalau bisa kurikulum 2013 pelajaran PAI untuk SMP menjadi 3 jam krna amat penting demi akhlaq anak negeri ini

  22. adi mengatakan:

    Yang terpenting sekarang APAPUN MAKANNYA MINUMNYA AIR TOH

  23. adi mengatakan:

    dengan melakukan perubahan atau membuat tatanan baru itu artinya membuat pekerjaan baru adanya pekerjaan baru maka akan ada harapan baru, pokoknya Indonesia demen barang baru , yang baru jadi maka jadi baru. he he
    Itulah indonesia

  24. HERTI VIONI (LPTK) Mahasiswa Pendidikan Fisika S2 Universitas Negeri Padang mengatakan:

    Sebenarnya kurikulum 2013 ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
    * Bila ditinjau dari segi kelebihan
    Kita dapat melihat bahwa orientasi dari kurikulum 2013 sebenarnya adalah adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge).
    * Namun bila ditinjau dari segi kekurangannya
    • Kurikulum 2013 amat sentralistik, bertentangan dengan semangat reformasi yang menghendaki desentralisasi pengelolaan pendidikan agar dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan kondisi daerah. Misalnya kurikulum 2013 mengatakan akan menghilangkan muatan lokal, contohnya kalau di Sumatera Barat kita mengenal muatan lokal BAM, bila BAM dihilangkan maka siswa tidak akan mengenal lagi sejarah Minangkabau, adat istiadat daerah Minagkabau, serta budaya sopan santun dari daerah Minagkabau itu sendiri.
    • Untuk tingkat dasar (SD) Sulit sekali mengintegrasikan IPA+IPS dengan bahasa, terutama untuk IPA kls 4-6 SD. Karena Ada istilah-istilah IPA yang berbeda dengan istilah-istilah umum bahasa Indonesia misalnya “usaha”, “gaya”, “daya” dsb yang menyulitkan integrasi. Sementara siswa kelas 4-6 SD sering berpikir kritis, menanyakan pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan hanya “membaca” atau “menulis” tetapi dengan jawaban yang bersifat eksplorasi sains.
    • Tidak satupun negara yang melakukan integrasi IPA+IPS dengan bahasa. Belum ada success story integrasi ini. Dengan melakukan integrasi ini secara massal di seluruh Indonesia, kita sedang mempertaruhkan masa depan bangsa kita pada sesuatu yang tidak punya tujuan yang jelas. Terima kasih.

    • dwi handayani mengatakan:

      KTSP aja belum berjalan dengan baik kok mau dicoba yg lebih sulit lagi,, Negara lain ingin maju kenapa kita mundur. Dalam KTSP kelas 1,2,3 itu tematik tapi terbukti kita sulit untuk menghapus kurikulum sebelumnya. Apalagi sekarang mau terintegrasi dengan pelajaran lainnya sullllllliiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttt bung

  25. doni prasetyo mengatakan:

    apapun kurikulumnya,,, fokus mengajar, bocah seneng… dan cerdas…!

  26. riana mengatakan:

    kalau memang pelajaran tik di smp tidak ada, mau dibawa kemana kami guru2 smp pns dengan mata pelajaran ampu tik???????

    kemana nasib kmi????? apa kami di berhentikan menjadi guru????????

  27. riana mengatakan:

    kalau memang TIK tidak ada dalam tingkat sekolah pertama, guru-guru yang di angkat menjadi pns dalam mata pelajaran tik akan bagaimana jadinya??????

  28. Rahma mengatakan:

    Korban dari pergatian kurikulum thn depan yang paling utama adalah anak-anak.. pemerintah melanggar Hak anak untuk belajar bhs.Inggris apabila bhs. Inggris di hapus,,terutama anak – anak yang tinggal di pedesaan yang baru melek dunia luar..

    • adi mengatakan:

      jagan kuatir entar kalo Bila ada menteri baru akan ada yang baru, sebab kalo tidak begitu akan di anggap menteri gak ada kerjanya

  29. Efi3 Jayanti mengatakan:

    Perubahan is ok, tetapi perubahan untuk menjadi lebih baik!
    Jika pelajaran Bahasa Jawa dihapuskan, apakah yakin dan menjamin bahwa keadaan Bangsa mendatang akan menjadi lebih baik?
    Menurut saya, sangat disayangkan jika pelajaran bahasa jawa dianak-tirikan atau bahkan dihapuskan begitu saja dan saya pribadi sangat tidak setuju jika pelajaran bahasa jawa dianak-tirikan atau dihapuskan. dikarenakan terlalu banyak nilai-nilai positif yang terkandung didalam kebudayaan jawa. Satu contoh yaitu nilai BUDI PEKERTI, dimana dalam pelajaran bahasa jawa selalu mengedepankan pada nilai budi pekertinya yaitu tentang kesopan-santunan dalam berbicara, bersikap, dan bertindak. Selain itu, pada pelajaran bahasa jawa ditunjukkan tentang kekayaan negara akan BUDAYAnya, TRADISInya, dll. Jika generasi muda tidak memahami akan budaya jawa dan tradisi jawa, bagaimana generasi muda kita bisa maju? Kalau sarana untuk hidup bermasyarakat, bersosialisasi, dan bergotong royongnya saja tidak ada. Generasi muda pasti akan mengikuti kehidupan orang Barat yang INDIVIDUALISMEnya tinggi.
    Jadi, sebelum benar-benar generasi muda kita nanti mendapat julukan “WONG JAWA SING ORA NJAWANI” semoga pihak KEMENDIKBUD dapat mempertimbangkan dan merumuskan kembali dengan baik.
    BUDAYA, BAHASA, DAN BANGSA ADALAH SATU KESATUAN!

  30. GUSBUD mengatakan:

    Bagaimana mungkin mutu pendidikan kita baik sedangkan sistemnya tidak baik,dengan sistem sekarang siswa makin di nina bubukan sebab disekolah nilainya sudah dikatrol dari raport biar bisa naik, lulus unas dan bisa lolos SNUPTN. agar nasib bangsa tidak semakin rumit mapel PKN agr di unaskan.

    • iam mengatakan:

      benar itu,,,,,,,,biar anak-anak bangsa indonesia ini mempunyai karakter yang baik maka perlu pendidikan moral dan karakter yang dapat diintegrasikan dalam mapel PPKn…..

  31. Riko mengatakan:

    Setuju banget pak Suhudi,,
    lebih baik Gunakan dana yang besar itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia terutama di daerah terpencil yang kurang perhatian.

  32. Rohman mengatakan:

    ya benar sekali mas koharudin akan banyak pengangguran lagi bila bhs Inggris di hapus,,,pemerintah tidak menghargai kami yang suka rela mendidik anak bangsa supaya menjadi tahu dan mengerti tentang bahasa khususnya bahasa internasional..saya juga honorer di SD negeri, kenyataanya mo cari sekolah baru di tingkat atas sangat sulit,,banyak oknum yang meminta Pungli jutaan rupiah untuk bisa memasukkan ke sebuah sekolah negeri…. inilah potret pendidikan di Indonesia..semuanya serba uang..

  33. Riandoyo mengatakan:

    Perubahan kurikulum saya kira wajar-wajar sja dilaksanakan oleh pihak pemangku kepentingan namun tetap memperhatikan kepentingan komnitas pendidikan yakni guru dan siswa karena merekalah yg merasakan langsung dr dampak perubahan tsb. Jika memang kurikulum baru itu berbasiskan sains dan teknologi mohn konsentrasikan alokasi jam mt pelajaran berlebih khususnya Klpk Mt Pelajaran IPA dan IPS SMA dibandingkn dr yg skarang.

  34. mr klowor mengatakan:

    Pak mentri gak bisa menghabiskan anggaran pendidikan kali ya, sehingga bikin kurikulum baru

  35. Drs. H. Muhammad Muhsin Amir mengatakan:

    Saya mengusulkan: 1. Agar pendidikan agama lebih diperbanyak jamnya di MI/SD, termasuk keterampilan tulis menulis arab, memahami kandungan isi Al Qur’an dan Al Hadits terkait dengan masalah sopan santun dan pergaulan yang berdasarkan pada agama, khususnya Islam. 2. Pembelajaran harus dilakukan dengan metode yang Sistematis, Aplikatif dan Sistematis (SAE). Artinya pembelajaran pendidikannya 75 persen diorientasikan kepada praktikum dan 25 persennya bersifat teori. 3. Guru-guru di tingkat SDN hendaknya dipacu dibidang pendidikan agamanya, sehingga mereka betul-betul mampu mengaplikasikan materi agam tersebut kepada para siswanya. Untuk itu, perlu ada kerja sama antar pesantren atau Madrasah dengan mengalokasikan/menugaskan guru agama dari Pesantren atau Madrasah sebagai guru tidak tetap di SDN tersebut. 4. Kurikulum SD/MI hendaknya mengarah pada praktek ketimbang teoritik. Kami siap berpartispasi dalam upaya pengembangan pendidikan di tk. dasar ini, karena kami mempunyai pengalaman dibidang itu, disamping kami seorang Kepala di MA Pon. Pes. Annuqayah, Sumenep. Demikian usulan saya dan terima kasih. Hubungi kami 081999910077 Drs. Kh. Muhammad Muhsin Amir. Teruma kasih.

    • adi mengatakan:

      bagi yang hidup di lingkungan pesantren urusan pementukan karakter, ahlak mulia sopan santun itu sudah sejak lama berjalan dan bukan hal baru lagi toh

  36. Mr.Keder mengatakan:

    wah, melihat rancangan kurikulum 2013, katanya hebat (melebihi klurikulum dulu yang akan rontok sebelum berbuah), salut pada bapak-bapak yang menysusun. bapak-bapak pintar ini dulunya sekolah pakai kurikulum apa ya ?

  37. koharuddin mengatakan:

    jika pemerintah menghapus pelajaran b.inggris lengkaplah sudah penderitaan anak bangsa ini.apalagi kami sebagai tenaga guru honor di sd negeri.mudah mudahan niat baik bapak menyingkirkan kami berhasil.

  38. tarcisius tocarm mengatakan:

    setuju IPA tdk disatukan dgn IPS,keduanya bermuara beda.bhs inggris ttp diajarkan,pnddkan agama ganti moral-etika dasar,unt jenjang kls 7 keatas sy usul diperkenalkan pelajaran filsafat & logika.trmksh

  39. mansur mengatakan:

    memperbaiki karakter bangsa dimulai dari atas dan dicontohkan dibawah baru dimplentasikan kepeserta didik. kurikulum merupakan teks tertulis walaupun disusun mencakup semua unsur karakter yang diharapkan kalau yang melaksanakan tidak mencerminkan berkarakter akan menjadi halusinasi bergenerasi.

  40. abdul wachid mengatakan:

    Jangan jadikan anak didik hanya sebagai alat .tapi tirulah kurikulum yg di terapkan pondok pesantren.tdk ada antar pondok tawuran.mengapa dinaspendidikan tdk mau belajar sama pondok pesantren.GENGSI YA

  41. hendi mengatakan:

    dalam penyusunan (draft) kurikulum 2013, seharusnya melibatkan para ahli pendidikan dan praktisi pendidikan (guru) karena walau bagaimana pun guru adalah pelaksana di lapangan….
    pertimbangkan secara masak keuntungan dan kerugian penambahan/pengurangan/penggabungan mata pelajaran sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
    pertimbangkan juga, jangan menjadikan sekolah-sekolah diperkotaan yang sudah mapan sebagai acuan pelaksanaan kurikulum …….

  42. Fadillah Ratna Prawanningrum mengatakan:

    menurut saya,
    sistem pendidikan tahun 2013 harus diupayakan menjadi hal yang benar-benar berguna untuk bangsa.
    jangan membuat kami para pelajar,
    merasa terbebani oleh sistem pendidikan yang baru

  43. ermaayulis mengatakan:

    YA UNTUK KURIKULUM 2013 PAENDD KARAKTER HARUS DIUTAMAKAN PEND AGAMA ISLAM 4 JAM PEL. PKN 4 JAM PEL
    BIAR .PENDD TIDAK HANYA KOGNITIF YANG PALING PENTING
    MORAL DAN TINGKAH LAKU ,BIAR BANGSA INDONESIA KEDEPAN LEBIH BERMORAL DAN BERKARAKTER ,TIDAK SEPERTI SEKARANG SUDAH JELAS KORUPSI MASIH KETAWA TIDAK TAU MALU .PELAJAR SOK JAGOAN TAWURAN .GURU BUKAN MENNGAJAR SAJA TAPI YANG PALING PENTING MENDIDIK

  44. yunas khairul mengatakan:

    saya melihat indonesia adalah bangsa yang besar. byk putra putra indonesia yang berada diluar negeri bekerja. janganlah program kurikulum pendidikan dijadikan hanya suatu uji coba, namuun perlu adanya kajian yang lebih mendalam.belum tentu sistem ,A,B,C dll cocok untuk negara kita. pusat dan daerah, kota dan desa tentu berbeda,aku dengar, aku lihat, aku paham dan aku bicara.terakhie\r, aku tetapkan.

  45. lailis s mengatakan:

    Alangkah melemahnya keterampilan yang dimiliki bangsa Indonesia jika b.Inggris dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah, sebab di era globalisasi dan era informasi segala mediator terutama internet hampir keseluruhannya menggunakan b.inggris, bayangkan jika dihapus, bagaimana kita bisa faham info-info dunia terkini, sungguh mengherankan…….

  46. IDHAN KHALID mengatakan:

    ADA SEBUAH PEMIKIRAN, BGAIMANA JIKA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DIMASUKKAN PADA UNSUR KETERAMPILAN, BUKAN LGI SBAGAI MATA PELAJARAN.ADA SEBUAH PERTANYAAN” KENAPA SISWA DI ENGLISH COURSE LEBIH KOMPETEN DARI PADA SISWA BELAJAR BHASA INGGRIS DI SEKOLAH.?

  47. Muzar Samsulil mengatakan:

    Dengan adanya perubahan kurikulum baru 2013, berubah pula jam mapel, misal tolong ditambah jam PAI dan PKn dari 2 jam menjadi 4 jam tatap muka. Terimakasih.

  48. ulfah mengatakan:

    Mohon tinjau ulang penggabungan IpA dan IPS karena merupakan 2 kutub yang berbeda karakter antara eksak dan non eksak agar tidak terjadi miskonsepsi pada penanaman karakuter pada anak bangsa

  49. ulfah mengatakan:

    Dengan kurikiulum baru kita insan pembangun bangsa yang bersih dan brrwibawa

  50. ulfah mengatakan:

    Dengan adanya perubahan kurikulum baru 2013 mudah mudahan membgawa dampak positif untuk peningkatan pendidikan bermutu dan berkarakter untk mempersiapkan SDM pembangun bangsa yang bersih dan berwibawa

  51. suhudi mengatakan:

    untuk kepentingan pembangunan karakter bangsa sebenarnya tidak perlu mengubah kurikulum, karena itu akan memakan dana yang tidak sedikit. sebenarnya dana diarahjkan untuk mendidik guru melalui pendidikan dan pelatihan berjenjang. ini lebih efektif untuk sebuah tujuan membangun karakter bangsa. oleh Dr. Suhudi, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

SEKILAS INFO !
Artikel Terbaru
Recommend us on Google!
Sekilas Info

Info



Spam