Model Pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle)

Siklus Belajar (Learning Cycle) sebagai model instruksional untuk rencana pembelajaran. Siklus belajar bersandar pada konstruktivisme sebagai dasar teoritisnya. “Konstruktivisme adalah model dinamis dan interaktif tentang bagaimana manusia belajar” (Bybee, 1997, hal. 176). Sebuah perspektif konstruktivis menganggap siswa harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran mereka dan konsep tidak ditransmisikan dari guru ke murid tapi dibangun oleh siswa.

Pada tahun 1960-an, Robert Karplus dan rekannya mengusulkan dan menggunakan model pembelajaran berdasarkan karya Piaget. Model ini akhirnya akan disebut Siklus Belajar. (Atkin & Karplus, 1962). Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa siklus belajar sebagai model pengajaran jauh lebih unggul daripada model transmisi pasif di mana siswa penerima pengetahuan dari guru mereka (Bybee, 1997). Sebagai model pembelajaran, siklus pembelajaran memberikan pengalaman belajar aktif yang direkomendasikan oleh Standar Pendidikan Sains Nasional (National Research Council, 1996).

Siklus belajar yang digunakan dalam rencana pembelajaran terdapat lima langkah, yaitu Engagement, Eksplorasi, Penjelasan, Elaborasi dan Evaluasi (Bybee, 1997).  Setiap siklus, benar-benar ada proses akhir. Setelah berakhir elaborasi, keterlibatan siklus belajar berikutnya dimulai. Evaluasi bukan langkah terakhir. Evaluasi terjadi dalam semua empat bagian dari siklus belajar.

siklus belajar (learning cyle)

Deskripsi dari setiap bagian siklus belajar (Learning Cycle)

A. Engagement (keterlibatan):

  • Keterlibatan (engagement) adalah waktu ketika guru berada di tengah kegiatan pembelajaran. Guru menciptakan masalah, menilai pengetahuan awal siswa, membantu siswa membuat hubungan, dan menginformasikan melangkah ke tahap selanjutnya.

B. Exploration (Eksplorasi):

  • Siswa mengumpulkan data untuk memecahkan masalah. Guru memastikan para siswa mengumpulkan dan mengatur data mereka untuk memecahkan masalah. Para siswa

C. Explanation (Penjelasan):

  • Pada fase proses ini, siswa menggunakan data yang mereka kumpulkan untuk memecahkan masalah dan melaporkan apa yang mereka lakukan dan mencoba untuk mencari tahu jawaban atas masalah yang disajikan. Guru juga memperkenalkan kosa kata baru, frasa atau kalimat untuk label apa yang siswa sudah tahu.

D. Elaboration (Elaborasi):

  • Guru memberi siswa informasi baru yang lebih luas apa yang mereka telah pelajari di bagian-bagian awal dari siklus belajar. Pada tahap ini guru juga menciptakan masalah agar siswa mampu memecahkan masalah dengan menerapkan apa yang telah mereka pelajari.

E. Evaluation (Evaluasi):

  • Guru dapat mengadakan evaluasi dengan tes pada akhir setiap tahap.

Rekomendasi Artikel

loading...
Comments
  1. Rukiah,S.Pd

    Mksh byk yaaa? dan insya allah akan sy cobakan di kls sy mg2 byk manfaat dan akan menghasilkan anak bgs yg berbudi luhur , cinta tanah air dan bgs…

  2. suryawati

    boleh tau buku referensi yang membahas tentang model siklus belajar apa ya?
    khususnya model siklus belajar 5E

ADD YOUR COMMENT