daftar iklan mgid

Petunjuk Teknis OJL Calon Kepala Sekolah

Petunjuk teknis On The Job Learning (OJL) diklat calon kepala sekolah ini merupakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Secara garis besar, tugas OJL calon kepala sekolah terdiri dari 5 jenis, yaitu: a) Rencana Tindakan kepemimpinan (RTK); b) Observasi pembelajaran guru; c) Penyusunan perangkat pembelajaran; d) Pengkajian 9 aspek manajerial ; dan e) Peningkatan kompetensi di sekolah magang.

LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) sebagai unit pelaksana di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, membuat penjelasan tentang OJL calon kepala sekolah.

Petunjuk Teknis OJL Calon Kepala Sekolah

Petunjuk Teknis OJL (On The Job Learning)

1. Rencana Tindakan Kepemimpinan (RTK)

Khusus untuk RTK berikut ini kami sampaikan prinsip, langkah dan informasi terkait dengan nya sbb:

a) Pada dasarnya RTK yang dibuat oleh peserta dan dibimbing oleh widyaiswara pada saat In1 bersifat latihan membuat rencana tindakan kepemimpinan. Mengapa? Karena 1) setelah RTK itu disusun maka calon akan kembali ke sekolah untuk berkonsultasi dengan kepala sekolah mentor yang bisa jadi tidak akan sepakat dengan RTK yang telah dibuat, dan 2) calon masih harus membaca dan menyesuaikan dengan EDS yang ada di sekolah. Sebab peningkatan kinerja sekolah selalu berkenaan dengan rekomendasi EDS mana yang dirasakan masih lemah yang harus diperbaiki. Jadi judul kemungkinan masih akan berubah sampai ada kesepakatan antara kepala sekolah mentor dan EDS yang ada.

b) Rencana tindakan kepemimpinan sebagai upaya calon untuk berlatih bersikap, bertindak secara sistematik sebagai pemimpin pembelajaran harus dilakukan dalam minimal 2 siklus. Ini merupakan perwujudan dari penerapan prinsip manajemen PLANDO-CHECK-ACTION (PDCA). Maka akan ada RTK1 dan RTK 2. Antara RTK 1 dan RTK 2 selalu akan dijembatani oleh salah satu atau lebih 3 jenis kegiatan ini, yakni bisa dengan WORKSHOP, bisa dengan MONEV, bisa dengan Metode Delphi untuk bersepakat membuat masukan prioritas kegiatan yang akan dilakukan pada RTK 2. Bisa jadi RTK 1 sama dengan RTK 2; atau RTK 1 berbeda dengan RTK 2. Bisa jadi RTK 2 adalah RTK1 ditambah dengan masukan yang diperoleh dari workshop atau MONEV yang sudah dilakukan sebelumnya pada saat melakukan RTK1.

Lentera kecil:  Peran Kepala Sekolah di Era Industri 4.0

c) Judul RTK harus mengacu ke UPAYA PENINGKATAN KINERJA SEKOLAH, dan mengarah ke: 1) Standar Nasional Pendidikan (dibatasi hanya Standar Isi, Standar kompetensi Lulusan, Standar Proses dan Standar Penilaian) dan UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI CALON dan mengarah ke 2) hasil AKPK (kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervise dan sosial).

d) Sebagai pelaporannya, tetap mengikuti sistematika pelaporan yang sudah diberikan di petunjuk teknis. Laporan RTL dituliskan di bab III. Hanya saja kami menyarankan RTK tidak lagi ditulis dalam bentuk FORM tetapi dalam bentuk narasi. Ya…seperti silabus atau RPP….kan ada yang berbentuk format kolom dan ada yang berbentuk narasi.

e) RTK HANYA dilakukan di sekolah sendiri. RTK tidak dilakukan di sekolah lain

2. Observasi Guru Yunior

a) Observasi guru yunior merupakan tagihan dari mata diklat supervisi akademik. Namun demikian dari banyak jenis metode dan teknik supervise, calon kepala sekolah hanya diperkenankan untuk menggunakan teknik supervisi Kunjungan Kelas.

b) Prosedur, mekanisme dan instrumen supervisi yang digunakan sesuai dengan Modul 06 Supervisi Akademik; Tidak diperkenankan untuk menggunakan prosedur, mekanisme dan instrumen lain. Supervisi akademik mencakup Pra ObervasiObservasi-Post Observasi.

c) Supervisi akademik berupa kunjungan kelas dilakukan oleh semua calon HANYA di sekolah sendiri. Supervisi tidak dilakukan di sekolah lain.

d) Supervisi dilakukan minimal untuk 2 orang guru. Masing-masing guru diobservasi minimal 2 kali. Bisa guru yang berbeda mata pelajaran atau sama dengan calon. Bisa pada kompetensi dasar yang sama atau berbeda.

e) Sebaiknya supervisi dilakukan pada guru yang masih muda atau guru yang memiliki masalah dalam perkembangan kompetensi paedagogik atau kompetensi profesionalnya.

Lentera kecil:  Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

3. Penyusunan Perangkat Pembelajaran

a. Penyusunan perangkat pembelajaran merupakan tugas dari mata diklat kurikulum. Perangkat pembelajaran yang disusun meliputi: 1) Silabus; 2) RPP; 3) bahan Ajar: dan 3) Penilaian

b. Perangkat pembelajaran yang disusun meliputi 1 Kompetensi Dasar (KD) pada mata pelajaran yang sedang diampu (pada semester sekarang).

c. Jumlah RPP yang disusun mengikuti jumlah pertemuan dari Kompetensi Dasar (KD) tersebut. Jika KD tersebut dituntaskan dengan 4 kalin pertemuan maka jumlah RPP yang harus disusun juga 4 buah.

d. Bahan ajar yang disusun sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) tersebut, yakni 1 buah.

e. Instrumen penilaian yang disusun disesuaikan dengan kebutuhan penilaian Kompetensi Dasar (KD) tersebut.

4. Pengkajian 9 Aspek Manajerial

a) Kelompok tagihan pengkajian (tagihan no 4), yakni pengkajian 9 aspek meliputi 1). Rencana Kerja Sekolah, 2) Keuangan, 3) Monev, 4). Kurikulum, 5) Pendidik Tenaga Kependidikan, 6) Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran, 7) Peserta didik, 8) Sarana dan prasarana, dan 9) Tenaga Administrasi Sekolah.

b) Untuk pengkajian, bisa digunakan KONDISI IDEAL-KONDISI NYATA-MASALAH REKOMENDASI sebagai mata pisaunya. Caranya:

Siapkan 3 kolom, yakni:

  • Kolom 1 nomor,
  • Kolom 2 kondisi ideal,
  • Kolom 3 kondisi nyata,
  • Kolom 4 Kesenjanggan,
  • Kolom 5 Rekomendasi yang mencakup masukan, saran, komentar, dan alternatif solusi pemecahan yang perlu/bisa dilakukan untuk mengatasi masalah antara kondisi ideal dan kondisi nyata.

Misalnya. Kita akan mengkaji kurikulum di sebuah sekolah. Maka:

  1. Kurikulum sekolah yang baik menurut peraturan yg berlaku itu seperti apa? Tuliskan di kolom 1.
  2. Lalu, pernahkah bpk/ibu mengkritisi kurikulum sekolahnya sendiri, kekurangan kelemahan ketidaklengakapan kualitasnya seperti apa, yang masih kurang apanya? Bagian mananya? Kekurangannya seberapa? Kejelekannya seberapa? Tuliskan di kolom 2.
  3. Setelah itu, dengan melihat bagian bagian yang masih kurang, masih lemah, masih belum lengkap, masih belum baik itu… menurut bpk/ibu mengapa harus segera diatasi, kalau tidak diatasi bagaimana akibatnya, dengan cara bagaimana mengatasinya, langkah langkah untuk mengatasinya bagaimana. Tuliskan di kolom 3.
Lentera kecil:  Angket Supervisi Akademik Terhadap Guru

c) Setelah selesai melakukan pengkajian 9 aspek di sekolah sendiri, barulah dilakukan pengkajian 9 aspek di sekolah lain. Pengkajian di sekolah lain bisa dilakukan dengan melakukan konfirmasi, komparasi, elaborasi dan atau eksplorasi atas hasil pengkajian 9 aspek di sekolah sendiri dengan di sekolah lain.

5. Peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK di sekolah lain

a) Fokuskan peningkatan kompetensi dengan:

  1. mencermati kompetensi kekepalasekolahan yang ingin ditingkatkan. Dengan mencermati hasil AKPK pada bagian kompetensi mana yang masih membutuhkan upaya peningkatan;
  2. menetapkan tujuan yang ingin ditingkatkan/dikembangkan; Tujuan disesuaikan dengan keunggulan yang dimiliki oleh sekolah lain tersebut. Keunggulan bisa diambil dari keunggulan kepala sekolahnya atau keunggulan dari kinerja sekolahnya.
  3. mengeksplorasi, mendalami atau melakukan studi terhadap program kerja yang ada di sekolah lain tersebut. Program kerja yang perlu dipelajari mencakup perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatannya. Juga perlu secara detil mengungkap langkah-langkah kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh sekolah lain tersebut sehingga sekolah tersebut kinerjanya di bidang tersebut unggul atau langkah-langkah kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh kepala sekolah lain tersebut sehingga kepala sekolah tersebut kompetensinya unggul. Studi bisa dilakukan dengan melibatkan diri di dalam kegiatan di sekolah lain tersebut, mengobservasi/mengamati kegiatan, atau berdiskusi dan wawancara dengan berbagai unsur di sekolah yang terlibat di dalam perencanaan program, pelaksanaan program, dan monitoring program kegiatan.

Pada intinya, peningkatan kompetensi di sekolah lain berkaitan dengan bagaimana keunggulan itu dicapai dan bagaimana langkah langkah pencapaiannya, kendala, hambatan, tantangan dan kesulitan yg dihadapi dalam pelaksanaan programnya, bagaimana pengalaman sekolah lain mengatasi hambatan tantangan kesulitan tersebut.

Misalkan di sekolah lain itu unggul di pengelolaan kurikulum. Lakukan pengamatan, wawancara, studi dokumen, yang terkait dengan kurikulum yang mereka punya. Lalu pelajari program-program kerjanya, apa saja, bagaimana dulu mereka mengembangkannya, melaksanakannya, tantangannya apa, kesulitannya apa, dan bagaimana mereka memecahkan, mengatasinya.

 

Sumber: http://lppks.kemdikbud.go.id

 

Petunjuk Teknis OJL Calon Kepala Sekolah – Lentera Kecil

Lentera Kecil

Media online sarana pembelajaran pendidikan dan pengetahuan informatif, inspiratif dan edukatif

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *