Potensi Angin Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Energi angin adalah salah satu teknologi energi terbarukan yang paling maju dan kini tersedia secara komersial sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Angin sudah menjadi sumber pembangkit listrik di 70 negara dunia dan sejumlah daerah di Indonesia, memiliki potensi angin sebagai pembangkit listrik.

Penggunaan angin sebagai sumber energi listrik semakin menjadi pilihan yang kuat terutama di berbagai negara di kawasan Eropa dan Amerika. Asosiasi Energi Angin Eropa (The European Wind Energy Association/ EWEA), memperkirakan pembangkit listrik tenaga angin akan meningkat tiga lipat pada 2020. Perkiraan ini diperoleh dari puluhan ribu pembangkit listrik baru dengan turbin-turbin angin besar yang dibangun.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Energi angin adalah teknologi yang proven, mature dan established. Modularitas dan waktu konstruksi yang pendek adalah salah satu kelebihan dari turbin angin. Tantangan terbesar penggunaan turbin angin adalah energi yang dihasilkan fluktuatif, tergantung pada besar kecilnya kecepatan angin. Penyimpanan energi (batere) diperlukan untuk sistem off – grid. Untuk sistem on – grid diperlukan suatu teknologi yang secara terus menerus melakukan sinkronisasi tegangan dan frekwensi dari grid atau jaringan.

Komponen utama turbin angin umumnya terdiri dari bilah kipas (blades), rem (brake), generator, alat pengontrol, roda gigi, rumah mesin, sudut bilah kipas (pitch), rotor dan menara. Turbin angin yang umum dioperasikan, kebanyakan memiliki 2 atau 3 kipas. Satu rem cakram bisa digerakan secara mekanis dengan tenaga listrik atau hidrolik untuk menghentikan rotor atau saat keadaan darurat. Alat pengontrol diperlukan untuk menyalakan turbin pada kecepatan angin kira-kira 3 – 4 m/detik, dan mematikannya pada kecepatan 25 m/detik. Turbin tidak beroperasi di atas 25 m/detik.

Faktor Kapasitas Turbin Angin

Faktor kapasitas merupakan salah satu unsur dalam mengukur produktivitas turbin angin. Faktor kapasitas dihitung dengan cara membandingkan produksi energi yang sebenarnya selama periode waktu tertentu terhadap produksi energi yang akan dihasilkan jika itu berjalan pada kapasitas penuh untuk jumlah waktu yang sama.

Turbin angin skala komersial biasanya memiliki faktor kapasitas dari 20 persen sampai 40 persen, tergantung pada energi rata-rata yang tersedia dalam kondisi angin yang berlaku. Sebagai perbandingan, faktor kapasitas dari 40 persen menjadi 80 persen adalah khas untuk pembangkit listrik konvensional, namun hal ini biasanya tidak dibatasi oleh generator sendiri, tetapi konsekuensi dari bagaimana generator dikirim untuk memenuhi permintaan sistem.

Faktor ketersediaan (availability factor) adalah pengukuran keandalan turbin angin atau pembangkit listrik lainnya. Hal ini mengacu pada persentase waktu dari pembangkit tersebut saat siap untuk menghasilkan energi. Turbin angin modern memiliki ketersediaan lebih dari 98 persen, yang lebih tinggi daripada kebanyakan pembangkit listrik jenis lainnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Indonesia

Potensi energi angin cukup melimpah di Indonesia, khususnya di pesisir selatan pulau Jawa, NTT, NTB dan Sulawesi. Pengembangan energi angin di Indonesia, lebih tepat dengan menggunakan turbin angin, bisa dalam bentuk wind farm ataupun stand alone, baik yang terhubung ke dalam grid maupun tidak.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sangat cocok diterapkan pada lokasi terpencil maupun yang telah mempunyai grid. Keberadaan dan kelangsungan suatu PLTB sangat ditentukan oleh pemilihan lokasi (sitting) yang tepat berdasarkan data angin yang akurat dan berlaku sepanjang waktu guna (service life) mesin turbin angin. Oleh sebab itu studi potensi angin sepanjang tahun, merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan sebelum diputuskan untuk membangun PLTB

Secara keseluruhan potensi energi angin di Indonesia rata-rata tidak besar, tetapi berdasarkan survei dan pengukuran data angin yang telah dilakukan sejak 1979, banyak daerah yang prospektif karena memiliki kecepatan angin rata-rata tahunan diatas 5 m/detik. Potensi ini sudah dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) skala komersial. Sebaran potensi angin di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk turbin angin komersial diantaranya di selatan Pulau Jawa serta Nusa Tenggara.

Saat ini tengah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang terletak di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang Provinsi Sulawesi Seltan. PLTB Sidrap akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Indonesia dengan kapasitas 75 megawatt (mw) yang diproyeksikan akan mampu melayani kebutuhan listrik 70 ribu pelanggan di Sulawesi Selatan dengan daya listrik rata-rata 900 VA.

 

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) – Lentera Kecil

Rekomendasi Artikel

loading...

ADD YOUR COMMENT