Pendidikan

Sekilas SD Inpres dan Sekolah PAMONG

SD Inpres dan Sekolah Pamong merupakan salah satu kebijakan pendidikan di rezim Orde Baru bagi jutaan anak-anak di seluruh Indonesia untuk mengenyam pendidikan dasar dengan biaya murah sekaligus pemerataan pendidikan ke seluruh negeri. Untuk itu, Presiden Soeharto menginstruksikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan membangun sekolah-sekolah dasar di seluruh Indonesia melalui dana APBN.

SD Inpres dan Sekolah PAMONG
image: http://soeharto.co

Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek SD Inpres dan Sekolah Pamong membagi 3 golongan anak yaitu: 1) golongan anak orang miskin; 2) anak-anak di daerah terpencil; dan 3) anak-anak cacat mental maupun fisik. Ketiga golongan inilah mulai tahun kedua Pelita III mendapat prioritas pertama kesempatan belajar. Prioritas bagi tiga golongan anak tersebut disiapkan pada tahun 1974.

SD Inpres

Proyek SD Inpres dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar didahului dengan keluarnya Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD. Tujuan penerbitan kebijakan ini adalah memperluas kesempatan belajar, terutama di pedesaan dan bagi daerah perkotaan yang penduduknya berpenghasilan rendah, serta menuntaskan masalah baca dan tulis pada penduduk Indonesia yang masih banyak buta huruf. Pendidikan Dasar Untuk Semua.

SD Inpres atau sering disebut “sekolah kecil” adalah sarana yang disediakan bagi anak-anak golongan kedua yaitu anak-anak di daerah terpencil dan kawasan perkotaan yang penduduknya berpenghasilan rendah. Sekolah ini mempunyai murid berbagai kelas dalam satu ruangan dan hanya ada satu guru. Untuk anak-anak normal dalam lingkungan normal, sudah tidak ada masalah lagi karena ditangani oleh SD Negeri.

Presiden Soeharto juga mengeluarkan Instruksi Presiden No. 6/ 1974, 14 Mei 1974 tentang Program Bantuan Pembangunan SD. Program yang merupakan bantuan pembangunan SD tahap kedua ini dimaksudkan sebagai kelanjutan program pembangunan gedung-gedung SD tahap pertama seperti yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden No. 10 Tahun 1973. Sekolah-sekolah yang akan dibangun dalam tahap kedua ini akan terdiri atas tiga ruangan kelas yang segera dapat dipergunakan. Selain itu sekolah-sekolah tersebut juga dilengkapi dengan kamar-kamar kecil serta alat-alat sekolah

Pelaksanaan tahap pertama program SD Inpres adalah pembangunan 6.000 gedung SD yang masing-masing memiliki tiga ruang kelas. Pelaksanaan pengajaran di SD Inpres dimulai pada tahun 1975. Pada awal tahun ajaran 1979 dibuka di tiga tempat: Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Madura. Dipilihnya daerah tersebut sebab: berdasarkan riset BP3K yang menyebutkan bahwa jumlah anak usia sekolah hanya sedikit dan sangat bervariasi umumnya. Dan akhir tahun ajaran 1980, untuk pertama kalinya SD Inpres meluluskan siswanya.

Namun, awalnya proyek SD Inpres tidak luput dari masalah mendasar yaitu sulitnya mencari guru yang mau ditempatkan di daerah terpencil. Selain itu, masalah kualitas guru yang hanya tamatan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) kenyataannya sangat kurang kualitasnya bila dibanding lulusan IKIP. Tapi karena ketentuan pangkat guru SD terbatas, dan ini tentunya menyangkut besarnya gaji, banyak lulusan IKIP tak bersedia mengajar di SD (Pada waktu itu).

Sebelumnya didirikan Sekolah Dasar Instruksi Presiden (SD Inpres), pendidikan di daerah diurus oleh pemerintah daerah setempat. Kebijakan SD Inpres ini bertahan selama beberapa dekade. Berkat keberhasilan program ini meskipun keberhasilan itu berarti adanya pemberian kesempatan belajar dengan kualitas seadanya, Presiden Soeharto memperoleh penghargaan Avicenna Award dari UNESCO pada tahun 1993.

Sekolah PAMONG

Sekolah Pamong (Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orangtua dan Guru) merupakan salah satu pendidikan setingkat SD (Sekolah Dasar) sehingga sekolah pamong sering disebut juga SD Pamong. Seperti halnya SD Inpres, Sekolah PAMONG (Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orangtua dan Guru) juga sudah dipersiapkan sejak 1974 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K). Sekolah Pamong merupakan sarana pendidikan yang disediakan bagi anak-anak golongan pertama yaitu golongan anak orang miskin.

Sekolah Pamong atau SD Pamong adalah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, orang tua, dan guru untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak putus sekolah dasar atau anak lain yang karena satu dan lain hal. Tidak dapat datang secara teratur belajar di sekolah.

Sekolah ini tidak memiliki gedung sekolah namun kegiatan belajar dibimbing oleh guru pamong. Kegiatan belajar berupa Sanggar Kegiatan Belajar atau Balai Pengembangan Kegiatan Belajar yang dapat dilaksanakan di tempat tertentu seperti balai desa, rumah penduduk.

Proyek perintis sekolah Pamong dibuka di Kabupaten Karanganyar, Surakarta pada tahun 1975. Kemudian pada tahun 1977, proyek sekolah PAMONG dilaksanakan di sebuah kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali.

 

Sekilas SD Inpres dan Sekolah PAMONG

Loading...

Lentera kecil media online sarana pembelajaran pendidikan yang informatif, inspiratif dan edukatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *