Kandungan Minuman Berenergi

Mengapa minuman berenergi masih dirasakan perlu bagi sebagian orang? Sebenarnya setiap manusia mempunyai mekanisme alamiah sendiri untuk mengatasi berbagai kemunduran fisik maupun psikis, yang akan kembali pulih setelah istirahat atau tidur serta mengonsumsi makanan secukupnya. Jadi apabila tidak diperlukan sebaiknya kita tidak perlu mengonsumsi minuman suplemen sebab suplemen sebenarnya hanya mengganti peran istirsuplemen yang menjanjikan dapat meningkatkan sesuatu seperti energi tambahan dalam waktu singkat, yang biasanya hanya diperoleh dari obat. Sebab bisa saja suplemen tersebut telah diberi tambahan unsur obat yang dapat menimbulkan efek toksik

Saat ini banyak beredar di masyarakat suplemen makanan berupa energy drink (Minuman Energi) yang diyakini dapat memberikan ketahanan fisik dan mampu menghilangkan rasa kantuk bagi peminumnya. Khasiat minuman ini yang dapat menghilangkan rasa kantuk dan memberikan ‘energi baru’ bagi orang yang meminumnya berasal dari kandungan didalamnya. Minuman berenergi hampir sama dengan minuman bersoda. Meskipun produsen minuman berenergi memasukkan nutrisi-nutrisi tertentu, namun kita bisa menikmati khasiat nutrisi tersebut dari makanan-makanan rendah kalori.

Kandungan Minuman Berenergi

Kandungan Minuman Energi

Minuman berenergi yang ada di pasaran saat ini paling banyak mengandung kafein dan taurin dan memerapa kandungan lainnya seperti vitamin, zat gula dan sebagainya. Unsur terbanyak adalah:

Kafein (1,3,7-trimetilxantin) merupakan senyawa alkaloid pahit yang biasanya ditemukan dalam teh, kopi, dan biji cokelat. Kafein terutama berfungsi sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung, dan pernapasan. Efek lain kafein adalah mengendurkan otot halus, merangsang otot jantung, merangsang diuresis (aliran urin berlebih), dan digunakan untuk mengurangi rasa pusing. Pada metabolisme tubuh, kafein akan diabsorbsi dengan sempurna dalam sistem pencernaan dalam waktu 30-60 menit. Efek maksimum kafein yang terjadi pada otak akan muncul dalam waktu dua jam. Dengan demikian, kafein tidak berefek segera. Berbeda dengan stimulan sistem saraf pusat lain, kafein sangat cepat dihapus dari otak. Pada otak kafein akan menghalangi reseptor adenosin. Reseptor adenosin ini jika terikat pada reseptor sel saraf akan menurunkan aktivitas sel saraf. Akibat kemiripan struktur molekul kafein dengan struktur adenosin, kafein dapat terikat pada reseptor tetapi tidak memberi efek penurunan aktivitas sel saraf. Saraf yang bekerja secara terus menerus akan menyebabkan pelepasan hormon epinefrin. Jika hal tersebut terjadi maka akan mengakibatkan beberapa efek, seperti denyut jantung lebih tinggi, tekanan darah meningkat, aliran darah ke otot meningkat, aliran darah ke kulit dan organ dalam menurun, dan pelepasan glukosa oleh hati yang meningkat. Kafein juga bersifat adiksi, artinya akan mengakibatkan ketergantungan bagi seseorang yang mengkonsumsinya.

Zat lainnya yang perlu dicermati dari minuman berenergi adalah taurin. Sama halnya dengan kafein, taurin juga memberikan efek pada sel-sel otak. Namun reaksi yang ditimbulkannya berlawanan dengan kafein, yakni relaksasi. Taurin merupakan zat yang dibutuhkan untuk kelancaran metabolisme. Taurin (asam 2- aminoetanesulfonat) tergolong molekul asam amino. Walau mengandung gugus amino, taurin tidak memiliki gugus karboksil yang diperlukan untuk membentuk ikatan peptida. Itu sebabnya, molekul ini tidak berfungsi sebagai pembangun struktur protein. Lebih dari 50 persen asam amino bebas pada jantung adalah taurin. Taurin memiliki aksi positif terhadap kontraksi otot, khususnya otot jantung, melalui pengaturan kadar ion kalsium dalam sel. Taurin bekerja pada protein saluran-saluran ion, seperti saluran kalsium dan natrium, dan juga pada protein transporter. Dalam metabolisme manusia, taurin memiliki dua peran, yaitu sebagai penghambat neurotransmiter dan sebagai bagian dari pengemulsi asam empedu. Taurin juga berhubungan dengan sejumlah fungsi metabolisme lain, tetapi kegunaannya belum diketahui secara jelas. Adanya taurin ini akan menimbulkan beberapa resiko. Apabila taurin dikonsumsi secara berlebihan maka justru akan menjadikan seseorang terlalu rileks dan bahkan cenderung menjadi pelupa.

Kombinasi taurin dan kafein yang terdapat dalam minuman berenergi akan merangsang sistem saraf pusat untuk memicu reaksi katabolisme (reaksi untuk menghasilkan energi) pada otot. Mekanismenya melalui pengaktifan kerja saraf yang menghasilkan percepatan denyut jantung untuk memompa darah dan oksigen, kemudian menstimulasi peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Jadi dari hal tersebut telah terlihat jelas bahwa fungsi kafein dan taurin pada minuman berenergi ialah sebagai perangsang (stimulan) yang akan menghasilkan ‘energi baru’, sebagaimana yang dirasakan seseorang yang meminumnya.

 

Rekomendasi Artikel

loading...
No Responses

ADD YOUR COMMENT