Konsep Organisasi Modern

Memasuki abad ke-21 yang ditandai dengan adanya perubahan lingkungan eksternal yang makin lama makin cepat (turbulence), memberikan dampak langsung terhadap setiap organisasi agar tetap dapat survive dan berkembang. Salah satu tuntutan atau respons yang harus dimiliki organisasi akibat adanya perubahan tersebut, yaitu harus dimilikinya modal kecerdasan (intellectual capital) sebagai salah satu sumber daya saing organisasi.

Mengacu pada Danah Zohar dan Ian Marshal (2000) membagi kecerdasan manusia dalam 3 (tiga) jenis kecerdasan, yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ), ditambah lagi yang tidak kalah penting adalah Kesehatan Fisik (PQ). Setiap organisasi harus mampu menjadi organisasi yang cerdas (smart/intellectual organization). Dalam hal ini sumber daya manusia dalam organisasi, selain harus memiliki knowledge dan skill, juga harus memiliki attitude yang baik dalam rangka menciptakan seorang profesionalisme yang berintegritas

Konsep Organisasi Modern

Abad ke-21 ini juga ditengarai dengan pemahaman pentingnya nilai-nilai spiritual dalam organisasi. Danah Zohar dan Ian Marshal memaparkan hasil penelitian mengenai adanya kecerdasan ketiga yang berada pada otak emosional manusia, dijelaskan bahwa kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan manusia yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah menyangkut makna, nilainilai dan keyakinan (belief). Suatu kecerdasan yang mampu membuat tindakan dan hidup kita menjadi lebih luas, lebih kaya dan karenanya benar-benar bermakna.

Oleh karenanya SQ disebut sebagai induk, sebagai pusat dari semua kecerdasan manusia (the edge of intelligence). SQ memiliki kekuatan transformatif (transformative power) yang tidak dimiliki oleh EQ, yang dalam hal ini hanya mampu membuat seseorang menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya agar dapat diterima ataupun survive. Modal kecerdasan yang harus dimiliki organisasi adalah gabungan dari IQ, EQ dan SQ yang mampu menciptakan self-mastery (seseorang yang memiliki keahlian), dan pada akhirnya dapat melahirkan leadership mastery yang sangat dibutuhkan organisasi.

Salah satu peran utama dari seorang pemimpin masa kini adalah kemampuannya untuk melakukan transformasi pada organisasi yang dipimpinnya, dan kemudian me-maintenance apa yang telah dicapai. Suatu transformasi organisasi pada dasarnya adalah proses transformasi pada pola pikir dari orang-orang di organisasi tersebut. Suatu proses meninggalkan pola pikir (mindset) lama yang tidak sesuai lagi (unlearning process-escape from the past) dan sekaligus membangun pola pikir baru yang tepat (learning process- invent the future).

Menurut Taufik Bahaudin (2007), efektivitas suatu perubahan terlebih lagi bila berupa transformasi, berbanding lurus dengan kualitas dari pemimpin organisasi yang melakukan proses transformasi tersebut. Kualitas pemimpin dimaksud sangat ditentukan oleh kualitas kecerdasan spiritualnya (SQ), yang memungkinkan terbangunnya mental pembelajaran yang akan diikuti dengan perilaku pembelajaran (learning behaviour). Adapun beberapa ciri kepemimpinan modern, ditandai dengan :

  • Pemberian wewenang
  • Keinginan untuk mendengar
  • Memimpin dengan melakukan dialog
  • Servant Leading
  • Spritual Leadership

Selain nilai-nilai tersebut, menurut Bergquist (1993) bahwa proses organisasi modern tidak hanya mengandalkan luasnya dan besarnya organisasi, namun lebih diutamakan fleksibilitas struktur dan proses kerjasama antar institusi, baik mencakup intern maupun extern organisasi. Dalam hal ini karakteristik pada organisasi modern antara lain ditandai dengan berubahnya komunikasi secara tatap muka dan digantikan komunikasi dengan menggunakan media komputer.

 

Konsep Organisasi Modern – Lentera Kecil

Artikel Pendukung

loading...

ADD YOUR COMMENT