
Sebuah Pura di Pulau Madura telah melakukan upacara Ngenteg Linggih 14 Oktober 2013 sebagai pertanda bahwa tempat suci ini resmi menjadi sarana ibadah umat Hindu. Pura yang terletak di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan merupakan satu-satunya Pura Suci yang ada di Pulau Madura.
Upacara Ngenteg Linggih dipimpin langsung oleh seorang Pemangku (Jro Mangku) yaitu orang yang menerima tugas pekerjaan untuk memikul beban atau tanggung jawab sebagai pelayan Sanghyang Widhi Wasa sekaligus sebagai pelayan masyarakat, dari Denpasar Bali. Upacara ini diikuti kurang lebih 200 umat Hindu yang sengaja datang dari Bali.
Ngenteg Linggih mempunyai makna upacara mensucikan dan mensakralkan Niyasa tempat pemujaan Hyang Widhi. Dalam bahasa Bali Ngenteg artinya mengukuhkan, dan Linggih artinya kedudukan. Pelaksanaan upacara Ngenteg Linggih dilakukan telah selesai pembuatan bangunan dalam bentuk Padmasana, Sanggah Pamerajan dan Pura.
Semua perlengkapan prosesi upacara telah dipersiapkan sepenuhnya oleh umat Hindu dari Bali. Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 wib diawali dengan Melasti yaitu penyucian sarana pemujaan serta menyucikan diri di pantai Candi. Juga melakukan larung sesaji ke tengah laut sebagai tanda rasa syukur dan berharap mendapat berkah dan kemakmuran dari Yang Maha Kuasa untuk masyarakat sekitar Pura. Masyarakat sekitar yang notabene menganut agama Islam, rela membantu semua prosesi agar nerjalan lancar.
Berbagai atraksi kesenian Bali ditampilkan dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar dusun Candi yang mayoritas beragama Islam dan masih asing dengan kesenian Bali terutama ritual agama Hindu. Tidak ketinggalan atraksi Barongsai ikut memeriahkan suasana.
Siang hari, setelah acara di pantai yang terletak di timur, setengah kilometer dari lokasi Pura, acara dilanjutkan di lokasi Pura dengan berbagai acara mulai dari doa sampai menampilkan kesenian Bali dan Madura. Acara selesai menjelang subuh. Menurut salah seorang peserta yang ditemui Lentera Kecil, mengatakan bahwa biasanya Upacara Ngenteg Linggih bisa berlangsung 3 sampai 7 hari bahkan lebih.
Pura Di Pulau Madura
Lokasi Pura di Madura ini, berada di Klenteng Kwan Im Kiong atau Vihara Avalokistevara Dusun Candi, Kecamatan Galis 17 km timur kota Pamekasan. Bangunan Pura sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1985 yang dibangun atas prakarsa Kapolwil Madura saat itu, I Made Sastra yang beragama Hindu dan Beliau tidak menemukan bangunan Pura permanen di Madura.
Dengan adanya Pura serta Musholla yang ada di lingkungan klenteng, menjadikan Kwan Im Kiong menjadikan klenteng terunik di Indonesia bahkan di dunia serta telah tercatat di MURI sebagai Vihara terunik.
Ukuran Pura kurang lebih 3×3 meter dan terletak di samping barat bangunan utama klenteng. Uniknya lagi, meski bangunan tidak terlalu luas dan dibuat ala kadarnya, menurut Pemangku Hindu, ukurannya sudah tepat sesuai perhitungan luas sebuah Pura, hanya saja beberapa ornamen dan tata letak perlu ada perubahan agar memenuhi syarat sebagai Pura.
Setelah diadakan survei dan semedi ritual oleh Pemangku untuk menentukan syarat sebagai tempat pemujaan, maka Senin 14 Oktober 2013 diadakan upacara Ngenteg Linggih untuk menandakan bahwa Pura Candi Pamekasan layak sebagai Pura “sesungguhnya” karena telah memenuhi syarat dan akan mengikuti tata cara adab masuk ke Pura.
Meski masyarakat Pulau Madura mayoritas pemeluk agama Islam, keberadaan Pura dapat dijadikan sebuah simbol kerukunan dan keanekaragaman umat beragama. Masyarakat Islam pun tidak melarang untuk membangun sarana ibadah bagi pemeluk agama lain di Indonesia khususnya di Madura.
Terima kasih infonya lentera kecil. Kerukunan umat kita sejak dahulu sudah terjalin sangat baik, semoga dengan adanya tempat suci bagi umat Hindu di wilayah Madura, sangat membanggakan sekaligus memberikan rasa kebersamaan diantara kita. Dan yang utama terjalinnya hubungan manusia dalam perbedaan yang semakin harmonis.
Secara spesifik nama pura tidak ada, apakah namanya Pura Candi Pamekasan ? trims
salam
Nama Pura memang belum ditetapkan karena dalam satu lokasi dengan Vihara/Klenteng dan perlu pertemuan untuk menetapkan nama. Semoga lentera kecil bisa mengupdate jika telah ada nama. Terima kasih.