Skematik Jenis Tulisan Recount dan Contohnya

contoh tulisan recount

Recount merupakan salah satu jenis tulisan yang memiliki tujuan utama untuk memberikan informasi tentang aktivitas di masa lalu. Jenis tulisan ini memiliki struktur yang khas, dengan elemen-elemen tertentu yang mengarah pada penyampaian kronologi suatu kejadian atau aktivitas. Dalam artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam tentang jenis tulisan Recount, meliputi skematik Recount yang mencakup Orientation, Record of Event, dan Reorientation.

Skematik Recount

Dalam dunia tulisan, Recount menjadi salah satu jenis tulisan yang memiliki tujuan memberikan informasi mendalam tentang aktivitas atau kejadian di masa lalu. Mari kita melangkah lebih dalam untuk memahami setiap elemen secara detail.

1. Orientation: Membuka Pintu Cerita

Bagian pertama dari sebuah Recount adalah Orientation. Tujuan dari bagian ini adalah untuk menarik perhatian pembaca sekaligus memberikan gambaran umum tentang aktivitas atau kejadian masa lalu yang akan diceritakan. Orientation harus mampu memprovokasi minat pembaca untuk mengetahui lebih banyak detail atau informasi selengkapnya.

Penting untuk menyajikan Orientation secara menarik, dengan kata-kata yang dapat menggambarkan suasana atau konteks kejadian. Penggunaan kalimat pembuka yang kuat dan deskriptif dapat membantu menciptakan ketertarikan awal pembaca.

2. Record of Event: Merinci Kronologi Kejadian

Setelah berhasil menarik perhatian pembaca melalui Orientation, langkah selanjutnya dalam skematik Recount adalah Record of Event. Bagian ini memegang peran penting dalam memberikan detail tentang aktivitas atau kejadian secara urut. Penggunaan kronologi sangat dianjurkan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan terstruktur.

Dalam Record of Event, penting untuk menjelaskan setiap langkah atau tahap kejadian dengan jelas. Penggunaan kata-kata penghubung yang tepat juga dapat membantu membentuk alur cerita yang baik. Pembaca seharusnya dapat mengikuti cerita dengan lancar, merasakan setiap peristiwa seolah mereka ikut terlibat dalam pengalaman tersebut.

3. Reorientation: Kesimpulan dan Pernyataan Sikap

Bagian terakhir dari Recount adalah Reorientation. Pada bagian ini, penulis memberikan kesimpulan atau konklusi dari kejadian yang telah diceritakan. Kesimpulan ini dapat mencakup rangkuman singkat dari apa yang terjadi dan bagaimana hal itu memengaruhi atau meninggalkan kesan pada penulis.

Selain itu, Reorientation juga dapat disertai dengan pernyataan sikap diri atau personal attitude. Hal ini memberikan dimensi tambahan pada tulisan, memungkinkan pembaca untuk lebih memahami pandangan atau perasaan penulis terhadap kejadian tersebut.

Contoh Tulisan Recount

Judul: “Petualangan Tak Terlupakan: Mendayung di Sungai Kapuas”

Dalam contoh teks recount ini, kita akan mengulas sebuah pengalaman mendayung yang tidak terlupakan di Sungai Kapuas, mengikuti struktur skematik Recount yang mencakup orientasi, rekaman kejadian, dan reorientasi.

Orientation:

Pertama-tama, orientasi dalam sebuah recount harus mampu menarik perhatian pembaca. Dalam pengalaman mendayung di Sungai Kapuas, keindahan alam dan cerita seru segera memikat pembaca. Membuka artikel ini dengan deskripsi pemandangan sungai yang tenang dan hutan yang hijau, pembaca diundang untuk menjelajahi lebih lanjut.

Langit cerah dan biru seperti cermin, mencerminkan warna air sungai yang jernih. Pada pagi itu yang tenang, sinar matahari menyapa setiap helai daun, menciptakan permainan bayangan yang menari di permukaan air.

Hutan yang mengelilingi sungai menjadi panggung utama petualangan ini. Pepohonan rindang bersusun rapi di sepanjang tepi sungai, seolah-olah memberikan sambutan hangat bagi setiap perahu yang melintas. Kabut tipis menyelimuti puncak pohon, memberikan sentuhan misteri pada pemandangan yang damai.

Sebuah keheningan alami memenuhi udara, hanya dipecahkan oleh desiran air yang tenang. Cicada-cicada yang riang bersahutan, menciptakan lagu alam yang menyertai langkah-langkah petualang. Dalam keheningan itu, kecantikan alam Kapuas merayu siapa pun yang membaca, mengundang mereka untuk merasakan kesejukan embun pagi dan menghirup aroma segar hutan.

Record of Event:

Setelah menarik perhatian, langkah selanjutnya adalah memberikan detail aktivitas atau kejadian secara urut. Pada bagian ini, kita akan mencatat perjalanan mendayung secara kronologis, memungkinkan pembaca untuk merasakan setiap momen.

Pagi itu, kami berkumpul di tepi sungai dengan perasaan antusias. Setelah menyusun peralatan, kami meluncur ke sungai. Air yang jernih dan langit yang cerah menjadi saksi bisu perjalanan kami. Setiap dayung membawa kami lebih dalam ke keindahan alam Kapuas. Dengan hati penuh kekaguman, kami menyaksikan kehidupan liar di sekitar sungai.

Setiap tikungan sungai membawa kejutan baru. Kami melewati desa-desa kecil yang ramah, melihat anak-anak bermain di tepi sungai, dan merasakan kehangatan sapaan penduduk setempat. Pada titik tertentu, kami berhenti untuk berinteraksi dengan mereka, memperkaya pengalaman kami.

Reorientation:

Setelah merinci peristiwa, recount harus diakhiri dengan reorientasi, berupa kesimpulan dan pernyataan sikap diri. Dalam pengalaman mendayung di Sungai Kapuas, kesimpulan dapat merangkum perasaan dan pengajaran dari perjalanan tersebut.

Mendayung di Sungai Kapuas tidak hanya memberikan petualangan fisik tetapi juga menyentuh hati. Keindahan alam dan keramahan penduduk lokal meninggalkan kesan yang mendalam. Pengalaman ini mengajarkan tentang keanekaragaman budaya dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Saya secara pribadi merasa terinspirasi untuk lebih peduli pada lingkungan dan menghargai keindahan alam Indonesia. Kesimpulan ini menegaskan betapa pentingnya menjaga ekosistem sungai dan mendukung pembangunan berkelanjutan.


Baca artikel ketrampilan lainnya untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas:


Penutup

Dengan mengikuti skematik Recount yang mencakup Orientation, Record of Event, dan Reorientation, penulis dapat menciptakan tulisan yang informatif dan menarik tentang aktivitas di masa lalu. Sebuah Recount yang baik akan mampu menggambarkan pengalaman tersebut secara hidup, membiarkan pembaca merasakan kembali momen-momen tersebut melalui kata-kata.

Dalam mengarang recount, penting untuk memastikan setiap bagian menciptakan narasi yang menarik dan informatif. Penggunaan detail dan deskripsi yang kaya akan membuat pembaca merasakan pengalaman tersebut. Selain itu, pilih kata-kata dengan cermat untuk menyampaikan perasaan dan kesan yang ingin disampaikan.

 

Membuat Tulisan Recount dan Contohnya

Lentera Kecil

Media online sarana pembelajaran pendidikan dan pengetahuan informatif, inspiratif dan edukatif
Anda telah membaca artikel tentang 'Skematik Jenis Tulisan Recount dan Contohnya' yang telah dipublikasikan oleh admin Blog Lentera Kecil. Semoga bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan.

Anda Mungkin Suka Artikel Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *